13 Ternak Hewan Paling Mudah dan Cepat Menghasilkan Buat Pemula

04 Juni 2018

Anda ingin memulai usaha berupa peternakan hewan? Bila baru terjun di bidang ini tentunya harus memilih jenis hewan dan memahami cara budidayanya. Dengan begitu, Anda bisa menghemat biaya yang diperlukan dan menekan risiko kegagalan. Nah, apa saja rekomendasi ternak hewan paling mudah dan menghasilkan?

Rekomendasi 13 Ternak Hewan Termudah dengan Hasil Besar
Pastinya diperlukan ilmu dan pengetahuan khusus agar bisa sukses menjadi peternak. Anda bisa mempelajarinya dari buku atau peternak yang sudah berpengalaman. Pemilihan bibit, cara budidaya, pemilihan pakan dan masa panen yang tepat adalah beberapa pengetahuan yang harus dipahami. Nah, apa sajakah rekomendasi ternak hewan paling mudah untuk pemula?

1. Ayam Broiler
Beternak ayam broiler terbilang mudah dan bisa dimulai dengan modal relatif kecil. Masa panennya juga singkat berkisar 30-35 hari saja. Umumnya ayam sudah memiliki bobot mulai 1,5 hingga 2 kilogram. Sebagian konsumen juga ada yang lebih menyukai ayam dengan bobot tidak lebih dari satu kilogram, jadi masa penennya lebih cepat.
ternak hewan paling mudah, ternak hewan, hewan paling mudah diternak, hewan ternak, belut

2. Ayam Kampung
Harga ayam kampung memang lebih mahal ketimbang ayam broiler tetapi permintaannya tidak pernah sepi. Hal ini karena kualitasnya yang lebih bagus dan memiliki citarasa khas. Masa panennya hanya berkisar 60 hari sehingga bisa jadi pilihan untuk ternak hewan paling mudah. Dengan harga jual yang tinggi dan cara perawatan yang relatif mudah maka bisnis ini cocok bagi pemula.

3. Ayam Petelur
Ayam jenis ini bisa bertelur sejak usia 15-20 minggu dan mampu menghasilkan 1-3 telur setiap harinya. Agar tidak dierami oleh induknya maka Anda harus segera mengambilnya. Ayam petelur akan terus produktif hingga usia 2-3 tahun, setelahnya Anda bisa menjualnya sebagai pedaging. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan keuntungan dari telur dan dagingnya.

4. Kambing
Daging kambing sangat digemari masyarakat dengan beragam kreasi hidangannya. Apalagi kalau menjelang Idul Adha maka permintaannya semakin melonjak yang secara otomatis menyebabkan harganya bertambah mahal. Masa panen hewan ternak ini bisa mulai dari usia tiga bulan, dengan harga jual yang memuaskan.

5. Bebek
Anda bisa membudidaya bebek sebagai pedaging dan petelur secara bersamaan. Masa panen bebek pedaging mulai 40 hari. Sedangkan usia bebek yang sudah bisa bertelur mulai lima bulan dan terus produktif hingga dua tahun. Selama itu seekor bebek bisa menghasilkan 250-300 telur setiap tahunnya. Karena itu, bebek bisa dipilih sebagai ternak hewan paling mudah dan menguntungkan.

6. Ikan Lele
Budidaya lele bisa dilakukan di lahan terbatas semisal membuat kolam terpal. Masa panennya relatif singkat mulai dari 40 hari. Dengan begitu, keuntungan pun bisa cepat dirasakan oleh peternak. Supaya sukses di bisnis ini maka Anda harus memahami cara membangun kolam yang benar, agar menunjang kehidupan lelenya.

7. Belut
Keberhasilan dari budaya belut sangat tergantung dari media dan pakannya karenanya Anda harus sudah menguasai kebutuhan tersebut. Benih yang sudah berusia 1-2 bulan bisa dibudidaya selama tujuh bulan agar siap dipanen, bahkan lebih singkat hanya empat bulan saja dengan teknik khusus. Jadi bagi Anda yang masih pemula bisa memilih ternak hewan paling mudah ini.

8. Ikan Nila
Anda bisa memasok banyak rumah makan atau restoran bila beternak ikan nila. Masa panennya juga singkat mulai 3-6 bulan saja. Kondisi air dan pakannya akan berpengaruh terhadap kecepatan waktu panennya. Jadi pastikan Anda memahami cara pembuatan kolamnya dan pemilihan pakan yang benar. Penting pula untuk memilih benih berkualitas sehingga hasilnya pun memuaskan.

9. Burung Berkicau
Anda bisa memulai budidaya burung khususnya untuk kompetisi yang dinilai dari keindahan tubuh dan kemerduan kicauannya. Beberapa jenis burung yang menjadi primadona di masyarakat adalah murai baru, kakaktua, beo, jalak bali, kace, dan love bird. Harga jualnya relatif tinggi dan stabil sehingga bisa menjadi peluang bisnis menggiurkan.

10. Jangkrik
Hewan ini merupakan salah satu jenis pakan favorit bagi pemelihara burung berkicau sehingga bisnis budidaya hewan ini juga patut dilirik. Umumnya masa panen jangkrik mulai dari 35 hari dengan harga jual yang tetap bagus. Dengan begitu, budidaya jangkrik bisa menjadi pilihan usaha ternak hewan paling mudah dan cocok untuk yang baru merintis bisnis.

11. Kroto
Telur semut rangrang ini harganya mencapai ratusan ribu per kilogramnya karena semakin banyak pecinta burung berkicau. Kroto adalah sumber gizi dan vitamin tinggi bagi burung berkicau. Keberadaannya di alam yang semakin sulit menjadi celah bisnis sangat menguntungkan. Masa panennya biasanya mulai enam bulan dengan hasil yang pastinya sangat menggiurkan.

12. Burung Puyuh
Jenis burung ini juga cocok dibudidaya dengan skala kecil yang nantinya bisa menjadi pundi uang menguntungkan bagi Anda. Masa panen burung puyuh juga singkat berkisar 40-45 hari dan puyuh akan terus bertelur hingga usia 1,5 tahun. Anda juga bisa menjual dagingnya bila sudah tidak produktif bertelur sehingga bisnis ternak hewan paling mudah ini layak dijalani.

13. Sapi
Budidaya hewan ternak ini mampu mendatangkan keuntungan jutaan rupiah per ekornya. Masa panen sapi mulai dari usia 3-6 bulan saja, jika ingin dijual sebagai pedaging. Kalau ingin memelihara sapi perah maka harus menunggu usia minimal 3,5 tahun dan pastikan kondisinya sehat. Permintaan daging ini selalu meningkat sehingga sangat layak sebagai bisnis pertama Anda.

Tips Memulai Ternak Hewan Paling Mudah
Bagi Anda yang ingin memulai usaha budidaya hewan pastikan sudah mempersiapkan segala kebutuhannya. Tentunya tidak hanya permodalan saja tapi juga pengetahuan seputar cara tepat untuk budidayanya. Nah, berikut ini beberapa tips yang penting diperhatikan khususnya para pemula dalam merencanakan usaha ternak hewan paling mudah.

1. Pahami potensi bisnisnya
Sebelum memulai bisnis ternak hewan pastinya Anda harus memahami seberapa besar potensinya. Jadi Anda harus menentukan terlebih dahulu hewan apa yang akan dibudidayakan. Setelah itu bisa mulai memantau peluang dan potensi bisnisnya. Tidak perlu takut dengan adanya pesaing justru Anda bisa belajar untuk menjalankan usaha secara baik.

2. Pilih lokasi yang tepat
Peternakan hewan bisa saja mengganggu lingkungan karena itu pilihlah yang jauh dari pemukiman warga. Tentunya dengan mempertimbangkan aspek habitat hewan dan keamanannya. Cara pemilihan tempat beternak itu khususnya untuk kapasitas hewan yang terbilang banyak.

3. Sesuaikan kandang dengan jumlah hewan ternak
Keberadaan kandang pastinya sangat penting agar hewan bisa hidup dan berkembang dengan baik, tidak mudah stres dan mendatangkan keuntungan berlipat bagi Anda. Dengan menyediakan kandang yang tepat maka hewan ternak pun tidak gampang sakit sehingga menekan biaya perawatannya.

4. Siapkan peralatan pendukung
Berbagai peralatan seperti tempat pakan, alat kebersihan, penerangan dan sebagainya harus dipersiapkan dengan memadai. Dengan begitu akan sangat menunjang kehidupan hewan ternaknya. Beda hewan ternaknya pasti berlainan pula kebutuhannya jadi Anda harus memahami segala peralatan yang sering digunakan.

5. Sediakan pakan terbaik
Agar hewan ternak berkembang dengan baik tentunya Anda harus menyediakan pakan yang berkualitas dan bergizi seimbang. Bila diperlukan hewan juga memerlukan obat atau vitamin tambahan untuk menunjang kesehatan dan produktifitasnya. Jangan sayang dengan pakan karena akan sangat berpengaruh terhadap hasil budidayanya.

6. Pahami penyakit yang biasanya menyerang hewan ternak
Setiap jenis hewan memiliki keluhan penyakit tersendiri karena itu Anda juga harus memahaminya. Supaya bisa melakukan cara pencegahan dan pengobatan yang tepat kalau sudah terlanjur menyerang hewan ternak Anda.

7. Siapkan modal secara memadai
Sudah pasti di setiap menjalankan bisnis akan membutuhkan modal dengan jumlah tertentu tergantung jenis hewan ternaknya. Sebagai pemula sebaiknya mulai dari skala kecil untuk menekan risiko kerugian dan bisa dijadikan sarana belajar terlebih dahulu. Setelah usaha mulai berkembang, Anda bisa menambah jumlah hewan agar hasilnya makin besar.

8. Bentuk jaringan bisnisnya
Sebelum memilih hewan ternaknya maka tentukan dulu target pasarnya. Kemudian terus kembangkan jaringan bisnisnya agar meningkatkan omset dan kemajuan usaha Anda. Berikan produk yang berkualitas dibarengi pelayanan ramah supaya konsumen Anda semakin bertambah banyak.

Evaluasi harus dilakukan secara bertahap agar bisa menghitung modal, pengeluaran dan pemasukan yang didapatkan. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan gambaran terkait keuntungan dari bisnis ternak hewan tersebut. Sekaligus Anda juga bisa memangkas kerugian yang bisa saja muncul.

Nah, itulah informasi terkait rekomendasi ternak hewan paling mudah dijalankan bagi pemula termasuk tips tepat dalam pemilihan jenis budidayanya. Dengan informasi tersebut harapannya Anda sudah mempunyai gambaran akan pilihan hewan yang akan dibudidayakan. Tentunya dengan melihat kemudahan pemeliharaan dan potensi bisnisnya.