10 Cara Beternak Ikan Kakap buat Pemula Untung Jutaan

25 Februari 2018

Beternak ikan kakap menjanjikan sejumlah keuntungan. Salah satunya adalah budidaya ikan kakap cukup mudah dilakukan dan mampu memberikan penghasilan yang sangat besar bagi peternaknya. Ada dua jenis ikan kakap yang populer dan trend saat ini untuk diternakkan, yaitu kakap merah dan kakap putih. Ciri kakap merah yaitu memiliki bentuk fisik yang memanjang, pipih dengan sisik yang berwarna merah kecoklatan. Sedangkan ikan kakap putih mempunyai fisik sisik warna putih dan sedikit ada warna perak di bagian perut.

10 Cara Beternak Ikan Kakap buat Pemula Untung Jutaan
Mengingat permintaan masyarakat Indonesia yang sangat besar terhadap ikan kakap saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membuka bisnis perikanan kakap yang menjanjikan untung besar. Berikut ini 10 cara beternak ikan kakap buat pemula untung jutaan, antara lain:

1. Memilih konsep budidaya ikan kakap
Ada dua cara untuk membuka usaha ternak ikan kakap, yaitu:

▪ Konsep Kolam
Konsep ini memberikan syarat bagi para peternaknya untuk memiliki kolam. Contohnya beternak ikan kakap di kolam terpal, kolam tanah, kolam beton, kolam tembok, tambak dan lain sebagainya.
cara beternak ikan kakap, tips beternak kakap, cara ternak kakap, ternak ikan kakap, ikan kakap

▪ Konsep Keramba Jaring Apung
Konsep ini menggunakan teknik ternak ikan kakap di keramba jaring apung yang cocok dijalankan di wilayah pesisir laut dan daerah perairan atau pantai.

Anda bisa memilih menggunakan konsep kolam maupun perairan pinggiran pantai sesuai kebutuhan dan sumber daya yang tersedia. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Keunggulan konsep keramba jaring apung dapat mempercepat proses pertumbuhan ikan kakap. Sedangkan kelebihan usaha ternak ikan kakap di kolam air tawar adalah gampang dibudidayakan ketimbang di perairan lepas. 

2. Memilih tempat yang cocok bagi ikan kakap
Langkah ini sangat menentukan keberhasilan usaha ternak kakap. Tempat yang cocok bagi ikan kakap untuk bertempat tinggal adalah di dekat pinggir pantai, di kolam air tawar, air payau, perairan laut dll. Anda dapat menentukan lokasi usaha budidaya ikan kakap sesuai dengan sumber daya yang anda miliki. Misalkan tempat tinggal anda jauh dari perairan maka anda bisa membuka usaha ternak ikan kakap secara rumahan di kolam tembok atau terpal. Oleh sebab itu, dalam buka usaha ternak ikan kakap anda mesti melihat kondisi lingkungan di sekitar. Apakah anda jauh dari pesisir laut maka usaha ternak ikan kakap di kolam menjadi pilihan tepat. Sedangkan bagi rumahnya berada di sekitar pantai maka sangat tepat membuka usaha ternak ikan kakap sistem keramba apung.

3. Menjaga kebersihan air
Setelah menentukan konsep dan lokasi usaha ternak ikan kakap merah atau putih, selanjutnya adalah memperhatikan kualitas air kolam atau tambak. Pastikan air tak keruh dan dalam kondisi bersih serta suhu sesuai habitat asli ikan kakap. Sebagai jenis ikan tropis maka kolam harus memiliki suhu yang pas bagi ikan kakap berkembang biak dan tumbuh besar dikisaran 27 derajat sampai 32 derajat celcius.

Untuk para peternak ikan kakap di tambak atau pinggir laut maka harus diperhatikan adalah arus air. Jangan sampai terlampau besar arus air sebab apabila arus air terlampau besar bisa menghancurkan tambak itu sendiri. Pilihlah lokasi tambak yang arus airnya sangat kecil. Sehingga tambak ikan kakap dapat aman dan selamat dari kerusakan akibat arus air.

4. Penebaran bibit ikan kakap
Pastikan anda membeli bibit ikan kakap merah atau putih yang unggul dalam jumlah yang disesuaikan dengan ukuran kolam atau tambak. Sehingga hasil panen bisa melimpah dengan kualitas ikan terbaik. Kemudian benih ikan kakap ditebarkan pada kolam atau keramba dalam ukuran yang sama. Sehingga memudahkan dalam proses panen dan penjualan.

5. Pemberian pakan
Yang harus dilakukan berikutnya adalah memberikan pakan dalam takaran yang pas pada ikan kakap secara teratur. Dengan demikian, benih ikan kakap akan tumbuh besar secara cepat. Anda bisa membuat jadwal pemberian pakan ikan kakap di waktu pagi, siang hari dan sore. Ikan kakap termasuk hewan karnivora sehingga anda harus memastikan memberikan pakan secara teratur. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan diri dari saling memangsa karena kekurangan pasokan  makanan. Jenis pakan ikan kakap bisa berupa pakan alami atau pakan buatan. Seperti plankton, ikan kecil, udang, cumi, pelet, teri dll.

6. Perawatan berkala
Untuk menjaga usaha ternak ikan kakap berlangsung baik dan mulus ke depannya maka anda harus melakukan pemeliharaan secara berkala terhadap peralatan dan tambak atau kolam ikan kakap. Misalkan membersihkan jaring dari kotoran atas organisme yang menempel. Untuk  membersihkan kolam atau tambak maupun keramba apung, anda dapat memakai sikat atau air tekanan tinggi.

7. Proses Pemijahan
Untuk menghasilkan benih ikan kakap dalam jumlah banyak dengan kualitas terbaik maka anda bisa melakukan pemijahan sendiri. Dengan cara mengawinkan antara bibit ikan kakap jantan dan indukan ikan kakap betina. Untuk membedakan kelamin benih ikan kakap jantan atau betina dapat dilihat dari ciri fisiknya. Jika benih ikan kakap jantan mempunyai badan yang lebih kecil dan lebih ramping ketimbang indukan kakap betina. Setelah dibuahi maka indukan kakap betina akan mengeluarkan banyak telur dan berjalan waktu menjadi bibit ikan kakap baru dalam jumlah puluhan ribu ekor.

8. Masa panen
Setelah berjalan waktu selama enam bulan dari proses penebaran atau bobot ikan kakap mencapai 500 gram per ekor maka saat itu masa pas untuk panen. Pastinya akan ada beberapa ekor ikan kakap yang mengalami kematian. Tapi hal itu masih dalam tahap wajar jika tidak melebihi 10 persen dari populasi ikan kakap di kolam atau tambak tersebut. Berdasarkan pengalaman, sekali panen para petambak atau peternak ikan kakap bisa meraih 2.250 kilogram. Proses panen ikan kakap di tambak sangat mudah dengan mengangkat jaring apung.

Alat yang digunakan untuk memanen ikan kakap pastikan aman dan tidak melukai ikan seperti jala. Ada dua cara dalam proses panen ikan kakap yaitu teknik totalitas dan selektif. Teknik panen secara total berarti seluruh ikan kakap dipanen tanpa memandang ukuran. Sedangkan proses panen secara selektif berarti hanya sebagian ikan kakap saja yang dipanen sesuai bobot dan ukuran yang diinginkan. Yang perlu diperhatikan, apabila ada ikan kakap yang dipanen memiliki bobot satu kilogram lebih maka dapat dijadikan indukan.     

9. Membidik Pangsa Pasar Budidaya Ikan Kakap
Setelah proses panen selesai maka hal yang harus dilakukan adalah proses pemasaran. Untuk memasarkan ikan kakap putih dan merah relatif mudah. Karena permintaan yang tinggi membuat daya serap pasar terhadap ikan kakap sangat tinggi. Berbagai kalangan membutuhkan ikan kakap dalam skala kecil hingga besar. Misalkan kalangan ibu rumahtangga, restoran, rumah makan, pengusaha kuliner, warteg, pasar modern, pasar tradisional, dan lain sebagainya.

10. Semangat, Kerja Keras dan Pantang Menyerah
Selama menjalani usaha budidaya ikan kakap, pasti anda akan mengalami yang namanya kendala dan hambatan. Seperti ikan kakap mengalami kematian. Namun hal ini jangan membuat anda menyerah. Anda harus memikirkan penyebab ikan kakap mati dan mencari solusi atau jalan keluarnya. Misalkan penyebab ikan kakap mati karena terserang kuman dan penyakit maka untuk mencegah kejadian serupa, anda bisa memasang filter di pintu masuk air untuk mencegah masuknya hama dan penyakit.

Peluang Bisnis Ternak Ikan Kakap
Berkaitan dengan prospek peluang usaha budidaya ikan kakap saat ini di Indonesia sangat menjanjikan. Mengingat perairan Indonesia lebih luas dari daratan. Selain itu, nenek moyang bangsa Indonesia merupakan pelaut dan nelayan sehingga mengetahui seluk beluk dunia perikanan khususnya budidaya ikan kakap.

Apabila dibandingkan dengan negara di dunia. Contohnya di negara ASEAN seperti Singapura, Thailand dan Malaysia maka Negara Indonesia ketinggalan dalam teknologi budidaya ikan kakap. Usaha ternak ikan kakap dengan teknik keramba jaring apung laut di negara–negara di ASEAN tersebut mampu berkembang secara pesat dan menghasilkan ikan kakap dalam jumlah besar dan berkualitas baik. Sebaliknya negara Indonesia masih rendah dalam kemajuan teknik usaha ternak ikan kakap, berjalan stagnan dan produktifitas jumlah ikan kakap terbilang kecil dengan kualitas yang sedang. Dukungan dari berbagai pihak seperti masyarakat, swasta dan pemerintah diperlukan untuk memajukan dunia usaha ternak ikan kakap di nusantara.

Permintaan yang terus meningkat terhadap kebutuhan ikan kakap membuat peluang bisnis ternak ikan kakap sangat menjanjikan sampai kapanpun. Apalagi jumlah penduduk Indonesia sangat besar jumlahnya. Sehingga kebutuhan akan ikan kakap secara level nasional terus membesar seiring bertambah jumlah penduduk di tanah air tercinta. Selain itu, peluang ekspor ikan kakap merah dan putih masih terbentang luas.

Oleh karenanya, tak aneh jika sekarang para petambak dan nelayan mulai membudidayakan ikan kakap secara kecil-kecilan dan besar. Mereka melihat potensi keuntungan yang sangat menggiurkan dari bisnis ternak ikan kakap. Dengan alasan, harga ikan kakap di pasaran saat ini cukup tinggi. Hingga Rp 100 ribu perkg. Bukan hanya untuk kebutuhan konsumsi rumahtangga, dan pelaku usaha kuliner, ikan kakap bisa dijual dengan harga sangat tinggi sebagai jenis ikan hias. Contohnya ikan kakap merah.

Kisah Sukses Ternak Ikan Kakap Untung Jutaan
Salah seorang petambak ikan kakap yang sukses adalah pria bernama Saimin. Ia beternak ikan kakap putih dan merah. Kelebihan ternak ikan kakap adalah masa panen yang cepat dan biaya produksi yang terbilang kecil. Sedangkan keuntungan bisa besar hingga jutaan rupiah per bulan. Hal ini membuat usaha ternak ikan kakap mempunyai perputaran uang yang cepat.

Ikan kakap hasil panennya bukan hanya dijual di pasar dalam negeri tapi juga di eskspor ke sejumlah negara di dunia. Kesuksesan yang diraih oleh Saimin tak terlepas dari dukungan materil dan non materil serta bimbingan dari Pemerintahan Propinsi Sumatera Utara, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta modal usaha dari Balai Perikanan setempat. Dalam sekali panen, kelompok taninya bisa mencapai 500 ton.