Keuntungan Bisnis Ternak Sapi dan Harga Per Ekornya

12 Mei 2017

Pada suatu hari, seorang pengusaha peternakan sapi yang sukses di desa membeli tanah kosong seluas 1 hektare milik penulis seharga Rp 80 juta. Setelah kejadian itu, hubungan baik terus berlanjut hingga penawaran kerjasama usaha ternak sapi. Pengusaha ternak sapi itu siap membantu dan mendukung segala jenis bisnis yang akan penulis lakukan terutama dalam bidang usaha ternak sapi potong. Namun sebelum membuka usaha peternakan sapi potong, penulis harus meneliti lebih lanjut mengenai seluk beluk usaha ternak sapi limosin, potong, lokal dari segi cara perawatan, pemasaran, pangsa pasar, prospek, rincian modal usaha dan lain sebagainya.

Usaha peternakan sapi sangat mudah dijumpai di pedesaan ketimbang di kota. Karena lahan di pedesaan yang masih sangat luas dan mendukung. Serta pakan sapi alami yang tersedia banyak di alam berupa rerumputan. Sehingga modal usaha untuk biaya pakan sapi bisa dipangkas menjadi pengeluaran yang lebih kecil.

Prospek Usaha Ternak Sapi
Negara Indonesia memiliki iklim tropis yang sangat cocok untuk beternak sapi. Usaha peternakan sapi di Indonesia bisa dibilang sangat menjanjikan untuk dijalankan. Disebabkan keperluan masyarakat Indonesia terhadap daging sapi sangat tinggi. Jumlah permintaan daging sapi di masyarakat Indonesia belum mampu terpenuhi secara baik oleh para peternak sapi lokal. Bahkan setiap tahun terus meningkat permintaan daging sapi. Hal itu membuat harga daging sapi di tanah air termasuk yang paling mahal di antara anggota ASEAN. Harga daging sapi perkilogram pernah mencapai Rp 120 ribu.
keuntungan bisnis ternak sapi, bisnis ternak sapi, usaha ternak sapi, ternak sapi, sapi, peluang usaha ternak sapi

Melihat kenyataan di atas tentu saja menimbulkan peluang bisnis ternak sapi yang sangat menjanjikan dijalankan di kota maupun desa. Permintaan daging sapi di masyarakat tanah air tak pernah berhenti khususnya pada menjelang hari raya lebaran idul adha dan idul fithri. Dimana setiap muslim dikenakan kewajiban untuk menyembelih hewan kurban. Maka permintaan hewan ternak, seperti sapi saat menjelang hari raya idul adha sangat tinggi. Sehingga harga sapi per ekor melonjak tajam. Hal itu sangat menguntungkan peternak sapi itu sendiri.

Namun dalam memulai usaha peternakan sapi tidak semudah yang dibayangkan. Bisnis ternak sapi memerlukan kesabaran yang sangat tinggi dan ketelitian yang mendalam. Hal ini sangat wajar karena bisnis ini menyangkut nyawa makhluk hidup yang perlu dipelihara agar tetap hidup dan sapi bisa berkembang biak secara maksimal dan sehat.

Untuk membuka usaha ternak sapi tidak bisa menggunakan modal kecil. Bisnis ini termasuk jenis usaha yang membutuhkan modal lumayan besar. Mengingat harga sapi per ekor saat ini mencapai puluhan juta rupiah per ekor tepatnya Rp 20 juta per ekor. Aspek lain yang perlu diperhatikan dalam menjalankan bisnis ternak sapi modal besar adalah pembuatan kandang sapi, perawatan sapi, cara membuang dan mengolah kotoran sapi, hingga masa jual sapi.

Penulis berpendapat bahwa usaha peternakan sapi masih menjanjikan dan menguntungkan di tahun ini. Karena harga jual sapi yang sangat tinggi dan stabil. Dan usaha beternak sapi merupakan bentuk investasi dalam jangka waktu yang panjang. Kunci sukses bisnis ternak sapi yaitu sanggup menguasai cara memelihara ternak sapi yang benar dan cara promosi usaha yang jitu. Lalu bagaimanakah cara memulai usaha ternak sapi potong berikut rincian modal usaha yang diperlukan?

Cara Memulai Usaha Ternak Sapi
Untuk membuka usaha peternakan sapi sangat mudah. Ada banyak jenis usaha budidaya sapi dari mulai pembibitan hingga penggemukan. Namun sebagai pemula dalam bisnis ini, anda bisa mencoba untuk memulai usaha penggemukan sapi. Caranya sobat membeli sejumlah anak sapi lalu dipelihara dengan baik dalam kurun waktu 6 bulan. Setelah itu, sapi potong bisa dijual di pasaran dengan harga yang lebih tinggi dari awal beli. Sehingga bisnis pembesaran sapi lebih mudah, praktis, lebih kecil resiko kerugian dan untung cepat bagi pengusaha pemula.

Untuk masalah pemasaran sapi potong bisa dilakukan lewat mulut ke mulut, promosi secara online dan offline, memasang spanduk, dan lain sebagainya. Namun biasanya di setiap daerah atau desa mempunyai bandar atau pengepul masing-masing. Sehingga anda tidak akan kesulitan untuk menjual hasil ternak sapi anda. Apalagi permintaan daging sapi saat ini lebih banyak ketimbang pasokan sapi yang ada di masyarakat.

Usaha ternak sapi bisa dijalankan secara sampingan tanpa menyita banyak waktu. Seperti yang dilakukan oleh salah seorang kerabat penulis yang bernama Dani Akbar Ramdhani sebagai karyawan bank sekaligus pengusaha ternak sapi. Dimana ia membeli beberapa ekor anak sapi kemudian dititipkan anak sapi tersebut di peternak sapi yang ia percayai dan kenal di kampungnya. Jika sapinya melahirkan dua ekor anak sapi maka peternak mendapatkan satu ekor. Dan pemilik sapi berhak memperoleh satu ekor anak sapi.

Keuntungan Bisnis Ternak Sapi
Penulis sudah tidak asing lagi dengan usaha peternakan sapi potong atau pedaging. Karena usaha ini sudah biasa penulis temui di kampung sendiri maupun di daerah desa lain. Penduduk desa seringkali menjadikan usaha ternak sapi secara tradisional dan sampingan. Namun dengan potensi untung besar dan menguntungkan. Biasanya usaha peternakan sapi dibuat secara kecil-kecilan menggunakan kandang dari bekas kayu atau bambu.

Lalu apa saja keuntungan dari bisnis ternak sapi? Untuk mengetahuinya lebih dalam, berikut ini sejumlah keuntungan dan kelebihan dari usaha ternak sapi potong di desa maupun di kota, antara lain:

▪ Permintaan Tinggi
Permintaan daging sapi dan ternak sapi sangat besar di Indonesia. Karena jumlah penduduk Indonesia yang lumayan besar membutuhkan asupan daging sapi untuk memenuhi kebutuhan protein hewan dalam tubuh. Selain itu, daging sapi laku keras di pasaran menjadi olahan bakso dan menu kuliner untuk acara-acara keluarga, acara besar pesta pernikahan, sunatan dan hajatan lainnya.

Sementara itu, permintaan yang tinggi dari masyarakat terhadap daging sapi tidak diimbangi dengan persediaan stok sapi yang ada. Sehingga pemerintah Indonesia terpaksa mengimpor daging sapi dan sapi potong dari negara-negara produsen seperti Australia, India ,Amerika Serikat, dll.

Pendek kata, seorang pelaku usaha yang beternak sapi potong tidak akan mengalami rugi sedikitpun. Pakan sapi sudah tersedia di alam pedesaan. Masalah penjualan bukan menjadi kendala. Karena sangat mudah sapi dijual di pasaran dengan harga yang lumayan tinggi. Terutama pada saat menjelang hari raya idul adha, kaum muslimin yang ingin menunaikan ibadah penyembelihan hewan kurban banyak membeli sapi untuk dijadikan binatang kurban.

▪ Untung Besar
Usaha ternak sapi modal kecil masih tetap menjanjikan. Apalagi skala bisnis ternak sapi dalam lingkungan besar tentu keuntungan lebih menggiurkan. Salah seorang peternak sapi di daerah Jawa Timur mampu menghasilkan untung hingga ratusan juta rupiah perbulan dari bisnis peternakan sapi potong.

Keuntungan yang tinggi dari usaha ternak sapi potong sangat wajar karena harga jual sapi yang lumayan tinggi ketimbang harga jual domba maupun kambing. Usaha beternak sapi potong melalui sistem penggemukan ataupun pembibitan menjanjikan untung besar. Selain keuntungan dari daging sapi, usaha peternakan sapi menghasilkan uang tambahan dari kotoran sapi yang bisa dijual untuk dijadikan pupuk kandang yang sangat bagus bagi pertumbuhan tanaman.

▪ Cepat Panen
Banyak ragam bisnis ternak sapi, namun yang lebih menjanjikan dan cepat mendatangkan keuntungan adalah usaha penggemukan sapi. Sobat membeli dua buah anak sapi. Kemudian dibesarkan. Dan dalam waktu tiga sampai lima bulan dijual di pasaran untuk mendapatkan keuntungan. Bisnis ternak penggemukan sapi potong sangat menggiurkan, cepat panen dan mudah dijalankan serta minim resiko ketimbang usaha pembibitan sapi.

▪ Bisnis Sampingan
Usaha peternakan sapi tidak membutuhkan banyak waktu. Pagi hari hanya mencari rerumputan untuk pakan sapi menghabiskan waktu kurang dari setengah jam. Kemudian sore memberi makan sapi dengan rerumputan. Pokoknya banyak waktu luang dalam bisnis ternak pembesaran sapi potong, sapi limosin, sapi bali dll. Sehingga anda bisa mengerjakan pekerjaan utama anda dengan fokus. Sedangkan bisnis ternak sapi sebagai usaha sampingan rumahan yang tak kalah menjanjikan.

Proposal Usaha Ternak Sapi Potong
Bisnis beternak sapi potong memerlukan modal yang besar meliputi pembuatan kandang sapi di lahan yang luas, bibit sapi unggul, biaya karyawan, biaya pakan, dll. Pastikan kandang sapi berada di tempat yang jauh dari permukiman warga dan lalu lalang orang banyak. Hal ini untuk menjauhkan sapi dari stres. Dari atas jelas bahwa rincian modal usaha beternak sapi potong lumayan besar. Namun jika anda memiliki modal yang terbatas maka jangan berkecil hati. Anda masih tetap bisa menjalankan bisnis ternak sapi potong dengan cara mengumpulkan modal usaha dari investor, pinjaman dari sanak kerabat bahkan dana hibah dari pemerintah.

Di desa penulis, Dinas Peternakan memberikan bantuan modal usaha gratis berupa beberapa bibit sapi unggul kepada para peternak sapi lokal untuk dibudidayakan. Hal ini menjadikan bisnis ternak sapi potong bisa dijalankan tanpa modal. Yang penting adalah kemauan untuk berusaha, sabar, telaten dan rajin sebagai kunci sukses dalam bisnis ternak sapi.

Untuk mendapatkan bantuan dana hibah berupa bibit sapi potong yang unggul dari pemerintah, kelompok peternak sapi lokal terlebih dahulu harus menyerahkan proposal usaha ternak sapi potong di daerahnya kepada Dinas Peternakan setempat. Setelah proposal disetujui dan ditindaklanjuti maka bantuan dana hibah berupa bibit sapi unggul akan diberikan kepada para peternak di desa bersangkutan yang memohon.