Rincian Modal Usaha Cuci Mobil Hidrolik dari Awal hingga Buka

21 Februari 2017

Siapa sih yang tidak mengenal bisnis pencucian mobil hidrolik? Tentu semua orang pernah menjumpainya. Usaha bidang otomotif ini sudah dijalani sejak lama. Dan saat ini bisnis cuci mobil sistem hidrolik semakin populer. Hal itu tak terlepas dari keuntungan bisnis steam mobil ini cukup besar. Berdasarkan pengamatan penulis di kota maupun desa, para pelanggan usaha cuci mobil hidrolik lumayan besar. Kian hari bertambah banyak.

Analisa Usaha Cuci Mobil Hidrolik
Jumlah pengguna jasa cuci mobil hidrolik mampu mengalahkan jumlah pengguna jasa cuci motor. Hal ini membuktikan bisnis cuci mobil hidrolik lebih menjanjikan ketimbang usaha cuci motor. Prospek cerah bisnis di bidang kebersihan kendaraan bermotor roda empat ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah berapa modal usaha yang dibutuhkan dalam membuka usaha pencucian mobil sistem hidrolik? Semua tergantung skala usaha, kelengkapan peralatan dan kemampuan anggaran yang dimiliki.

Usaha pencucian mobil hidrolik sudah trend di Indonesia dan dunia. Banyak orang yang memulai usaha cuci mobil dengan sangat menguntungkan. Jika anda hendak membuka bisnis pencucian mobil ini diperlukan analisa usaha dan biaya dari usaha ini yang meliputi target pasar, rincian modal biaya yang dibutuhkan, dan pengetahuan dasar cara memulai bisnis cuci mobil.
usaha cuci mobil, cuci mobil hidrolik, bisnis cuci mobil, cuci mobil, modal usaha cuci mobil, biaya cuci mobil hidrolik

Untuk meningkatkan keuntungan usaha cuci mobil sistem hidrolik, sobat bisa membuka usaha tambahan yang masih berhubungan dengan bisnis ini seperti usaha cuci motor salju, usaha jualan makanan dan minuman ringan, pom bensin mini pertamini, usaha jualan gas elpiji 3 kg pertamina, usaha bengkel mobil dan motor, bisnis jualan ban dan variasi mobil dan lain sebagainya.

Kalau di luar negeri, usaha cuci mobil disebut dengan nama carwash. Bisnis ini menjanjikan sekali untuk dijalankan saat ini dan masa mendatang. Karena jumlah pengguna mobil di Indonesia sekarang ini sangat banyak. Dan terus bertambah seiring lahirnya orang kaya baru di tanah air yang berusia muda dari bisnis internet yang dikombinasikan dengan bisnis offline.

Berdasarkan data statistik yang bersumber dari lembaga survey terpercaya, angka penjualan mobil setiap tahun terus meningkat di Indonesia. Ini pangsa pasar yang besar sekali bagi bisnis pencucian mobil sistem hidrolik. Penjualan kendaraan bermotor roda empat ini setiap hari mencapai ratusan mobil. Sehingga gerai usaha steam mobil hidrolik dipenuhi dan dipadati para pelanggan.

Memulai bisnis steam mobil tidaklah mudah. Diperlukan modal besar dalam membuka usaha cuci mobil hidrolik. Dipastikan apabila anda membuka usaha pencucian mobil hidrolik yang mandiri, profesional dan waralaba maka akan menguntungkan sejak buka pertama. Karena permintaan sangat tinggi di masyarakat.

Modal usaha dalam buka usaha steam mobil secara hidrolik bukan hanya masalah modal yang besar tapi juga meliputi pengetahuan akan bisnis ini, memiliki keterampilan administrasi keuangan usaha, mempunyai standar kebersihan pencucian mobil, mengetahui mesin mobil dan lain sebagainya.

Jika anda ingin cepat dan mudah serta praktis dalam membuka dan menjalankan bisnis pencucian mobil hidrolik maka anda bisa bergabung dengan franchise cuci mobil hidrolik yang terkenal. Mitra bisnis hanya dikenakan biaya investasi dan menyediakan lokasi usaha di tempat strategis. Contohnya pinggir jalan yang ramai, dekat pusat keramaian orang, dekat pusat perkantoran, sekitar pusat pendidikan tinggi, dekat perumahan dll.

Paket waralaba usaha cuci mobil hidrolik bervariasi. Anda bisa beli paket standar sampai paket komplit. Jika paket usaha pencucian mobil secara hidrolik diambil maka biaya investasi lebih besar ketimbang paket biasa non hidrolik. Namun saran penulis, jika anda mempunyai modal besar lebih baik membuka usaha steam mobil secara hidrolik. Karena usaha cuci mobil ini lebih menguntungkan dan banyak peminatnya ketimbang non hidrolik.

Rincian Modal Usaha Cuci Mobil Hidrolik dari Awal hingga Buka
Untuk lebih lengkap, berikut ini rincian modal usaha cuci mobil dari awal hingga buka, antara lain:

▪ Alat
Peralatan dan Perlengkapan Usaha Cuci Mobil yang meliputi kompresor portable listrik, shampo salju, mesin steam, semir ban, air gun, tabung salju, water gun, vacuum cleaner, selang spiral air, dan selang air biasa. Jika dikalkulasikan estimasi modal usaha membeli peralatan dan perlengkapan di atas sebesar Rp 14 juta.

▪ Mesin Hidrolik
Harga sekitar Rp 15 juta.

Rincian modal usaha cuci mobil hidrolik dari awal sampai buka lainnya adalah merekrut karyawan yang jujur, lokasi usaha strategis di pinggir jalan yang ramai atau dekat pusat perbelanjaan dan rumah makan, dekat dengan supermarket, minimarket dan lain sebagainya.

Kisah Pengusaha Sukses Usaha Cuci Mobil Hidrolik
Salah seorang pria yang berhasil kaya raya dari bisnis steam mobil sistem hidrolik adalah pria bernama lengkap Wibowo. Lelaki tampan ini dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang keadaan ekonomi sangat terbatas. Ayahanda tercinta hanyalah petani biasa yang mengandalkan pendapatan dari pertanian sawah.

Sebagai pengelola sawah, ayahanda tecinta merasakan masih sangat kekurangan dalam memberikan nafkah keluarga. Oleh sebab itu, ayahandanya pun seringkali menjadi buruh tani bila ada orang yang mempercayai. 

Hidup dalam keadaan miskin, hal itu tak membuat Wibowo bersedih. Ia sejak kecil sudah bertekad untuk mensejahterakan keluarga tercintanya walaupun keadaan yang sangat terbatas. Mengerti betul akan kondisi ayahanda tercinta, Wibowo mulai bekerja pada orang lain atau berjualan barang milik orang lain yang dipercayakan padanya demi mendapatkan uang jajan dan uang saku. Ditengah masa kecilnya, Wibowo jarang bermain sebagaimana anak kecil lainnya. Tapi ia sudah bergulat dengan berbagai profesi dan pekerjaan.

Pada waktu kelas dua SD, ia sekolah di siang hari. Pada saat pagi hari inilah, ia gunakan untuk berjualan daun jati dan daun pisang kepada para produsen makanan di desanya sebagai bungkus kuliner. Baginya saat itu mendapatkan uang dengan hasil keringat sendiri terasa senang. Oleh karena itu, ia meneruskan usahanya.

Selepas lulus dari sekolah dasar, dikarenakan tak mempunyai biaya untuk melanjutkan sekolah ke SMP, terpaksa pria yang akrab disapa Bowo ini putus sekolah. Cita-cita sekolah ke SMP sebagaimana teman-teman sekolahnya harus kandas di tengah jalan. Sebab kondisi orangtua yang miskin tak mampu membiayai sekolah tingginya. Oleh sebab itu, setelah lulus SD ia benar-benar fokus bekerja untuk mendapatkan uang banyak.

Pekerjaan pertama yang didapatnya sebagai kuli di perusahaan genteng di wilayahnya. Gaji yang ia dapatkan sekitar Rp 1500 / hari. Sebagai buruh harian dengan gaji kecil membuat Bowo mencari pekerjaan lain. Satu tahun kemudian ia memutuskan berhenti dari pekerjaan sebagai kuli genteng dan memutuskan jadi pemborong genteng. Pekerjaan tersebut sama seperti sebelumnya, masih memberikan penghasilan yang sangat kecil.

Suatu hari, teman-temannya yang berada di Jakarta yang bekerja sebagai kuli bangunan menceritakan kepadanya begitu gampang cari uang di Ibu Kota. Oleh sebab itu, Bowo sangat tertarik. Pada tahun 1996, ia pergi ke Kota Jakarta untuk merantau dan mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Di kota ini ia bekerja sebagai kuli bangunan bersama sahabat-sahabat di desanya. Gaji yang ia peroleh lebih besar dari sebelumnya sekitar Rp 5.000 per hari.

Kejenuhan melanda Bowo. Pria ramah ini bosan dengan pekerjaannya sebagai kuli bangunan. Apalagi ia seringkali dimarahin oleh bos atau mandor. Belum lagi kerja di terik panas sinar matahari yang membuat kulitnya hitam legam. Bukan hanya itu, pekerjaannya merupakan pekerjaan berat yang menghabiskan banyak tenaga fisik.

Atas hal itulah ditambah pendapatannya yang tak bertambah membuat pria yang murah senyum ini melirik pekerjaan lain yang lebih menjanjikan. Secara tak sengaja, ia bertemu dengan sahabat lama yang berprofesi sebagai tukang ojeg. Penghasilan tukang ojeg lumayan besar dengan jam kerja bebas, tidak terikat dan tidak disuruh-suruh. Hal itu membuat Bowo memutuskan menjadi tukang ojeg di daerahnya pada tahun 1998.  

Pada waktu itu, Bowo tak memiliki sepeda motor. Oleh sebab itu,pria kalem ini terpaksa menyewa sebuah sepeda motor kepada kenalannya dengan biaya Rp 6000 perhari. Pendapatan dari hasil ngojeg sekitar Rp 30 ribu perhari atau lebih besar ketimbang jadi kuli bangunan. Hal itu dirasakan betul oleh Bowo yang untung bersih perhari dari usaha ojeg sekitar Rp 20 ribu. Sehingga ia meneruskan profesi sebagai tukang ojeg di kampungnya.

Dalam waktu tiga tahun, ia bisa mempunyai sepeda motor atas nama sendiri berkat hasil menabung dari profesi sebagai tukang ojeg. Pada usia 20 tahun, ia menikahi seorang gadis bernama Marfungah. Suka cita dirasakannya. Namun setelah memulai biduk rumahtangga, ia menyadari kebutuhan hidup semakin besar dengan bertambahnya tanggungan hidup. Oleh sebab itu, sambil bekerja sebagai tukang ojeg, pria tampan ini membuka usaha penjualan handphone dan menjalani usaha sampingan lainnya.

Kerapkali Bowo disuruh oleh konsumen ojegnya untuk membeli barang-barang tertentu. Bahkan ia juga kerap disuruh untuk mencuci mobil. Semua pekerjaan sampingan tersebut dijalani secara ikhlas, sabar dan tabah. Terpikirlah bahwa konsumen ojegnya yang kebanyakan berasal dari apartemen itu membutuhkan jasa cuci mobil. Tanpa pikir panjang, ia mendatangi manajemen apartemen tersebut untuk meminta sebuah lahan kosong di parkiran sebagai tempat usaha cuci mobil. Setelah mendapatkan persetujuan, Bowo pun membuka usaha cuci mobil di tempat tersebut. Adapun modal usaha untuk membeli peralatan usaha cuci mobil hidrolik diperolehnya dari hasil menjual sepeda motor miliknya dan hasil usaha ojeg.   

Usaha cuci mobil ia kerjakan sendirian. Biaya cuci mobil yang ditawarkan sekitar Rp 10 ribu. Harga yang terjangkau. Dalam sehari, dari bisnis cuci mobil hidrolik pria supel ini mampu meraih untung bersih sekitar Rp 150 ribu. Lumayan sekali ketimbang usaha ngojeg, kuli genteng dan bangunan. Berjalan waktu, bisnis cuci mobilnya laris manis. Membuat ia mempekerjakan dua orang karyawan.

Tiba-tiba ia merasakan ingin bekerja sebagai karyawan kantoran. Sebuah pekerjaan yang belum pernah ia lakoni. Setelah diterima kerja, ia pun bekerja di sebuah pabrik elektronik bagian marketing. Setelah menjalani pekerjaan di kantor sebagai sales membuat ia bosan. Ia pun memutuskan untuk kembali bergelut dalam bisnis pencucian mobil hidrolik secara lebih fokus yang telah dijalankan oleh dua orang pegawai setianya.

Ia mengerti betul mengembangkan bisnis tidak cukup satu kalau bisa dua sampai tiga bisnis dijalani. Oleh karena itu, pria murah senyum ini membuka usaha jualan voucher pulsa dan bisnis lainnya. Namun semua bisnis yang dilakoninya gulung tikar atau rugi. Yang sukses adalah usaha steam mobil. Dikarenakan ia lebih fokus dan lebih senang dalam bisnis ini. Sebab keuntungan bersih yang didapatkan sangat tinggi.

Berjalan waktu, ia memperluas pangsa pasar dengan membuka lima cabang gerai usaha pencucian mobil sistem hidrolik di berbagai apartemen di Jakarta. Kemudian ia membuka usaha cuci mobil di pinggir jalan yang ramai. Usahanya meningkat pesat begitupula dengan keuntungan. Tak puas diri dengan kesuksesan bisnis cuci mobil miliknya, Bowo membuka usaha penjualan tabung snowwash dan shampo yang dititipkan ke sejumlah pasar. Tak disangka para pembeli membludak apalagi didukung dengan penjualan secara online.