Cara Memilih Saham yang Baik untuk Pemula Jangka Panjang

01 Juli 2017

Dalam buku Rich Dad Poor Dad karya Robert T Kiyosaki dijelaskan kuadran orang miskin berada di kelas pekerja atau karyawan dan pekerja profesional atau buka wirausaha kecil. Untuk kuadran kaya raya adalah bisnis dan investasi. Jenis dan bentuk investasi banyak sekali. Seperti investasi tanah, investasi properti rumah, investasi apartemen, investasi emas antam syariah di pegadaian dan bank syariah mandiri dan investasi saham. Namun pada kali ini penulis akan fokus pada jenis investasi saham.

Mengenal Investasi Saham
Banyak orang menganggap investasi saham harus dimulai dengan modal besar. Kalau dulu anggapan itu benar. Tapi jika sekarang anggapan itu keliru. Karena pada saat ini untuk memulai investasi saham bisa dimulai dengan modal minim. Dengan uang sebesar Rp 100 ribu seseorang sudah dapat bermain saham.

Saham merupakan bentuk investasi yang mempunyai tingkat fluktuatif sangat tinggi. Kadang harga saham turun tajam dan kadang naik tajam. Sehingga tingkat resiko dan kerugian sangat besar. Bagi seorang profesional sudah terbiasa bermain saham dengan analisa tajam menguntungkan. Hal ini berbeda bagi pemula yang membutuhkan pedoman dalam bermain saham agar menguntungkan. Riskan bagi pemula untuk main saham tanpa mengetahui tata cara bermain saham yang baik.
cara memilih saham yang baik, cara memilih saham, saham untuk pemula, saham, beli saham

Siapkah anda kaya raya dari saham? Jika siap teruskan membaca artikel ini. Untuk memulai investasi saham, yang harus dipersiapkan adalah modal uang. Namun pastikan uang tersebut uang nganggur. Dengan modal uang nganggur kemudian diinvestasikan dalam bentuk saham yang mampu memberikan imbal balik keuntungan sangat besar dibandingkan investasi emas dan deposito.

Investasi saham temasuk jenis securities atau surat berharga. Sehingga perusahaan penjual atau broker saham disebut perusahaan securities. Perusahaan securities bukan usaha jasa pengamanan satpam dan security. Nama yang hampir mirip tapi esensi berbeda. Saham disebut surat berharga karena di dalamnya mengandung nilai uang yang dapat diklaim.

Jadi nama yamg dikenakan pada efek dalam Bursa efek Indonesia berasal dari bahasa belanda. Bukan berasal dari bahasa inggris. Karena kalau menggunakan bahasa inggris berarti bursa securities Indonesia. Nama efek yang diambil dari bahasa belanda tak terlepas dari penjajahan yang dilakukan belanda di Indonesia. Pada jaman penjajahan belanda tepatnya bulan Desember tahun 1912, didirikan Bursa Efek Indonesia oleh pemerintahan Hindia Belanda.

Waktu terus berjalan, kehadiran bursa efek Indonesia ada dua yakni bursa efek surabaya dan bursa efek jakarta. Pada tahun 2007, untuk kebaikan bersama maka dua bursa efek tersebut dilebur jadi satu menjadi bursa efek indonesia disingkat BEI yang sekarang ini banyak memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia. Berbagai orang telah menjabat ketua Bursa efek indonesia yang turut memajukan lembaga bursa efek indonesia. Dan pada tahun 2014 bursa efek indonesia dianugerahi gelar sebagai bursa efek paling baik di kawasan asia tenggara oleh majalah Alpha Southeast Asia.

Kehadiran bursa efek Indonesia turut serta membangun perekonomian bangsa dan negara. Namun hanya sebagian kecil orang di tanah air yang merasakan keuntungan dengan hadirnya bursa efek indonesia. Hal ini dibuktikan dengan laporan data dari BEI bahwa hanya 0,17 persen saja orang Indonesia yang berinvestasi dalam bentuk saham di BEI. Jauh ketinggalan dengan negara Filipina yang mencapai 0,64 persen, Singapura 29 persen dan Thailand sebesar 2 persen dan Negara Malaysia mencapai 8 persen. Mayoritas investor saham di bursa efek indonesia adalah warga negara asing.

Cara Belajar Saham Bagi Pemula
Banyak orang mulai tersadar bahwa investasi dalam bentuk saham merupakan salah satu bentuk investasi yang sangat menguntungkan. Laba dari saham bisa lebih besar dari investasi dalam bentuk deposito dan emas. Bahkan lebih jauh dari investasi lainnya. Atas hal itulah membuat banyak orang mulai belajar saham dan membuka rekening saham di sebuah perusahaan sekuritas. Namun bagi seorang pemula pastinya mengalami kebingungan dalam memilih investasi saham yang baik baginya.

Berikut ini sejumlah tips dan cara belajar investasi saham bagi pemula, antara lain:

▪ Modal Kecil
Karena anda masih pemula dan belum mengetahui seluk beluk pasar saham alangkah bijaksana untuk mulai investasi saham dengan nominal uang yang tak terlalu besar. Dalam proses belajar bermain saham di bursa efek Indonesia bisa dimulai dengan modal kecil. Karena sebagai seorang pemula sangat rawan terjadinya kesalahan dalam berinvestasi saham. Jika ia menderita kerugian atas keputusan yang salah maka resiko kerugian yang ditanggung sangatlah kecil.

Sebab seorang pemula harus mengetahui proses kesalahan dalam belajar main saham dalam praktek langsung di lapangan. Sampai ia betul-betul mengerti cara bermain saham yang betul dan menguntungkan. Untuk sukses investasi saham bagi pemula memerlukan proses panjang. Ia harus belajar menganalisis saham, belajar menggunakan software untuk melakukan jual beli saham dan lain-lain. Semua itu jika telah dikuasai dengan baik maka seorang investor pemula bisa menambahkan modal.

▪ Membeli Saham yang Baik
Saham yang baik adalah jenis saham apa? Berdasarkan pengalaman penulis bahwa saham terbaik adalah jenis saham yang termasuk dalam kalangan saham bluechip. Tanda saham bluechip dapat dilihat dari nama perusahaan yang populer dan sudah dikenal masyarakat luas, memiliki jenis bisnis yang sangat jelas, tak memiliki banyak hutang, barang yang diproduksinya laris manis di masyarakat, manajemen perusahaan profesional dan terbuka dan lainnya. Saham bluechip konsisten memberikan laba kepada investornya secara berkala dan cepat.

▪ Membuat Diversifikasi
Teori diversifikasi saham tak terlepas dari tips sukses ala Warren Buffet yang mengatakan jangan pernah menyimpan telor dalam keranjang yang sama. Dalam arti sebuah investasi saham perlu diadakan diversifikasi untuk mencegah resiko kerugian besar. Misalnya anda membeli berbagai jenis saham yang berbeda-beda. Sehingga resiko kerugian tidaklah terlalu besar. Apabila ada satu jenis saham yang mengalami penurunan harga maka saham lain bisa mengalami kenaikan harga dan menutupi kerugian. Lain halnya membeli satu jenis saham yang memiliki tingkat resiko kerugian sangat besar jika harga saham tersebut anjlok.

▪ Belajar Analisa Saham
Untuk sukses dalam investasi saham, seorang pemula harus belajar cara menganalisis saham. Kapan waktu yang tepat untuk beli saham? Dan kapan waktu yang tepat untuk menjual saham? Semua itu harus dikuasai oleh investor pemula dengan cara belajar menganalisis. Dengan cara melakukan analisa saham baik secara analisa teknikal dan fundamental.

▪ Jangka Panjang
Sebuah investasi saham bukan hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek tapi harus berfokus pada keuntungan jangka panjang. Saham yang bersikap jangka pendek sangat fluktuatif dan beresiko tinggi. Lain halnya dengan investasi saham jangka panjang yang memberikan keamanan dalam berinvestasi saham dan keuntungan yang lumayan besar di masa mendatang.

Cara Memilih Saham yang Baik untuk Pemula Jangka Panjang
Memilih saham yang baik bagi seorang pemula bersifat subyektif. Sebab ia hanya melihat suatu saham yang berdasarkan memberinya untung dalam jangka panjang berarti saham yang baik. Padahal berapa lama memberinya untung? Berapa lama masih disebut saham yang baik? Sebaik apa dengan jenis saham lain? Dan lain sebagainya.

Mengenai investasi saham yang baik harus ditinjau dari segala sudut pandang. Bukan hanya dari satu sudut pandang. Dalam arti sebuah saham tertentu menjadi baik bagi pemula untuk jangka panjang. Tapi saham itu menjadi tidak baik bagi pemula yang mau berinvestasi saham dalam jangka pendek. Inilah arti investasi saham bersifat subyektif yang harus dimengerti para investor pemula.

Disebabkan bersifat subyektif maka seorang investor saham tidak bisa membeli saham secara asal-asalan. Seperti atas dasar rekomendasi seseorang tanpa meneliti saham tersebut lebih dalam oleh sendiri. Mungkin saham tertentu baik di mata orang lain. Dan belum tentu cocok bagi anda yang memiliki pandangan berbeda.

Bagi seorang investor saham yang ingin mengambil untung jangka pendek, ia akan lebih memilih membeli saham yang mempunyai tingkat fluktuatif sangat tinggi. Ia tidak mempedulikan hutang perusahaan tersebut kecil atau besar dan tak peduli dengan kondisi kesehatan perusahaan. Yang penting adalah adanya fluktuasi harga. 

Namun hal ini berbeda bagi seorang investor saham pemula yang memilih investasi saham yang baik jangka panjang pastinya ia membeli saham yang memiliki tingkat fluktuatif yang menaik dalam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Inilah investor saham pemula yang cerdas dan brilian.

Saham yang baik juga bisa dinilai dari perusahaan yang menerbitkannya selalu konsisten memberikan keuntungan bagi investor. Hal ini bisa dilihat dari manajemen usaha yang baik, laporan keuangan perusahaan dan kesehatan perusahaan.

Cara memilih saham yang baik bagi seorang pemula untuk jangka panjang banyak caranya. Dari mulai cara yang termudah, sederhana, simpel hingga cara yang sulit. Contohnya saja bagi investor pemula bisa melihat di lingkungan sekitar jenis saham yang baik.

Dimulai dari bangun pagi maka produk perusahaan apa yang anda lihat. Apakah perusahaan itu masuk dalam bursa efek Indonesia? Pada saat bertransaksi ebanking maka bisa melihat banknya apa? Pada waktu lapar dan mencari makanan maka jenis makanan apa yang hendak dikonsumsi dan perusahaannya apa? Apa terdaftar di bursa saham? Menyaksikan pembangunan apartemen maka anda bisa bertanya siapa pihak pengembangnya. Lalu mobil yang sobat kendarai masuk tol. Siapa perusahaan pemilik tol tersebut? Siapa pengelola jalan tol tersebut?

Berlanjut kepada masuk angin, sobat membeli obat masuk angin. Lalu bertanya siapa perusahaan yang memproduksi obat ini? Dan lain sebagainya. Itu adalah cara termudah untuk memilih saham yang baik berdasarkan pantauan di lingkungan sekitar.

Selain itu, seperti sudah disebutkan sebelumnya dalam memilih saham yang baik hal ini bisa dilihat bahwa perusahaan tersebut konsisten memberikan keuntungan deviden atau laba kepada investor. Ini menandakan bahwa perusahaan tersebut dalam kondisi stabil sehat secara finansial. Biasanya saham perusahaan itu adalah saham milik perusahaan pemerintah BUMN seperti saham Telkom, Unilever, Telkomsel, Bank Mandiri dan lain-lain atau dikenal dengan istilah saham bluechip.