Keuntungan Bisnis Ternak Ikan Nila dan Harga Per Kilogramnya

29 Maret 2017

Siapa sih yang tak kenal dengan ikan nila? Dipastikan semua orang mengenalnya sebagai jenis ikan yang layak dibudidayakan. Baik budidaya nila menggunakan kolam tanah maupun terpal buatan sendiri di lahan sempit. Hal yang sangat menggembirakan ternyata keuntungan bisnis ternak ikan nila bisa mencapai puluhan juta rupiah perbulan. Atas kenyataan tersebut banyak pelaku usaha dan pengusaha yang tertarik ternak ikan nila di kolam terpal, tanah maupun kolam beton dengan lahan luas dan sempit sekalipun.

Prospek Usaha Ternak Ikan Nila
Penulis juga sudah membuka usaha ternak ikan nila yang ternyata sangat menjanjikan dan menguntungkan. Apalagi perawatan peternakan ikan nila mudah sekali dengan ukuran kolam ikan nila yang ideal. Prospek bisnis budidaya jenis ikan air tawar ini lumayan bagus jika ditekuni secara serius, moderen dan profesional. Di lahan yang sempit sekalipun, budidaya ikan nila dapat dijalankan menggunakan kolam terpal. Terlebih lagi lebih bagus menggunakan kolam tanah yang alami.

Mengapa usaha ternak ikan nila sangat menjanjikan saat ini? Dikarenakan nila merupakan salah satu jenis ikan yang disukai banyak orang untuk dikonsumsi sebagai teman nasi. Ikan nila merah atau biasa rasanya sangat gurih, renyah, lezat, enak dan mantap yang membuat lidah menjadi ketagihan. Usaha ternak ikan nila bisa dikombinasikan dengan bisnis rumah makan atau restoran khusus menu ikan nila. Daging ikan nila rasanya tetap enak baik dibakar, digoreng, dipepes maupun direbus sekalipun.
ternak ikan nila, usaha ikan nila, bisnis ikan nila, bisnis ternak ikan nila, ikan nila, harga ikan nila

Budidaya ikan nila termasuk salah satu jenis usaha ternak yang menguntungkan dalam waktu singkat. Dalam waktu beberapa bulan saja sudah bisa dipanen. Dengan syarat memberikan makanan yang teratur dan bergizi yang mampu meningkatkan pertumbuhan ikan. Peluang usaha budidaya ikan nila bisa dijalankan oleh seorang karyawan swasta, buruh pabrik, ibu rumahtangga atau irt, mahasiswa, pelajar dan pns secara sampingan dan rumahan dengan potensi keuntungan sangat besar hingga omzet puluhan juta rupiah per bulan.

Keuntungan Bisnis Ternak Ikan Nila
Dalam dunia usaha peternakan termasuk budidaya ikan nila memerlukan kreatifitas, kesabaran, ketekunan, ulet dan pantang menyerah untuk meraih keberhasilan dalam bisnis ini. Berikut ini beberapa keuntungan usaha budidaya ikan nila yang perlu sobat ketahui, antara lain:

▪ Mudah
Dibandingkan dengan jenis ikan lain seperti ikan mas, gurame, koi, ikan hias, patin, bawal, dan lain sebagainya budidaya ikan nila lebih mudah. Tanpa perawatan maksimal usaha ini bisa berjalan dengan lancar dan menguntungkan. Ditambah lagi ketahanan ikan nila lebih kuat terhadap berbagai jenis penyakit dan cuaca. Pendek kata, usaha ternak ikan nila bisa dilakukan di mana saja, baik di kolam terpal, kolam tanah, kolam beton dan dilahan sempit sekalipun. 

▪ Omzet Jutaan
Usaha beternak ikan nila termasuk jenis usaha peternakan yang cepat menghasilkan uang dalam waktu cepat. Hal ini disebabkan pertumbuhan ikan nila lumayan cepat dalam kurun waktu tiga bulan sudah bisa memasuki masa panen. Salah seorang peternak ikan nila yang sukses dan kaya adalah Sholehudin. Pria yang berasal dari tanah Jawa ini mampu mengantongi untung bersih sebesar Rp 6 juta lebih perbulan dari usaha budidaya ikan nila.

Cara Budidaya Ikan Nila
Sekarang ini berdasarkan pantauan penulis di kolam tambak ikan di desa maupun kota, usaha dalam bidang perikanan kurang berkembang dan memberikan penghasilan nyata bagi masyarakat luas. Naun ada jenis usaha ternak ikan yang sangat menguntungkan dan menjanjikan yakni usaha budidaya ikan nila. Jenis ikan tawar ini mampu menyesuaikan diri dengan habitat dan cepat tumbuh besar. Sehingga banyak pengusaha yang sukses dan kaya raya berkat usaha ternak ikan nila di kolam terpal, beton, tembok dan tanah. Anda bisa menjalankan usaha ini dengan mudah dan menguntungkan.

Beikut ini hal-hal yang harus diperhatikan dalam usaha budidaya ikan nila, antara lain:

▪ Resiko
Walaupun bisnis ternak ikan nila disebut usaha yang menguntungkan dalam waktu singkat, namun jenis bisnis ini menyimpan resiko kerugian. Misalnya saja ikan nila mengalami kematian. Hal ini disebabkan beberapa faktor seperti pakan yang kurang atau berlebihan, ukuran kolam yang terlalu sempit, atau air dalam kolam kotor dan berpenyakit. Dan ada pula seorang peternak nila yang mengalami rugi karena ikannya mati dimakan burung dan biyawak. Akan tetapi semua resiko rugi dapat diminimalisir sampai nol persen.

▪ Pakan
Salah satu aspek yang sangat penting dalam usaha budidaya ikan nila adalah makanan. Pada dasarnya ikan nila menyukai segala makanan sebagai binatang omnivora. Sehingga tidak sulit memberi makan ikan nila. Sisa-sisa makanan, dedak, pelet, daun singkong, daun talas, ampas kelapa, telur, cacing, nasi, dan lain sebagainya bisa dijadikan pakan makanan utama maupun alternatif bagi ikan nila.

Namun penulis merekomendasikan agar memberikan makanan bagi ikan nila secara alami. Misalnya daun singkong atau talas, enceng gondok dan lain-lain. Tentu ini bisa menekan pengeluaran pakan ikan nila. Untuk meningkatkan produktifitas ikan nila, sobat bisa memberikan pakan sebanyak tiga kali dalam satu hari yakni pagi, siang dan sore hari. Kemudian berikan pula pelet yang berprotein tinggi.

▪ Kolam
Ikan nila dapat dibudidayakan di lahan sempit, seperti kolam terpal, beton, tembok maupun tanah alami. Sehingga jika anda tak mempunyai kolam ikan namun ingin usaha ternak ikan tetap bisa. Yaitu menggunakan terpal sebagai kolam ikan nila. Akan tetapi yang lebih baik dalam menghemat pengeluaran uang dan lebih cepat masa panen serta cepat berkembang biak adalah beternak ikan nila di kolam tanah yang alami.

Pengusaha Ikan Nila Sukses
Salah seorang pria yang berhasil menekuni usaha sampingan ternak ikan nila dengan keuntungan bersih sekitar puluhan juta rupiah perbulan adalah Sholehudin. Pria yang ramah ini pada mulanya di tahun 2010 sedang mencari peluang usaha baru yang menjanjikan untuk menambah penghasilan keluarga. Tercetuslah ide membuka usaha ternak nila apalagi ia mempunyai 5 buah kolam yang tak terurus.

Berjalan waktu pria yang berusia 52 tahun ini menjalankan bisnis ternak ikan nila di daerah Gending Probolinggo.  Sebelumnya ia menjalani usaha budidaya ikan bandeng tapi kurang begitu menguntungkan karena pertumbuhan ikan sangat lama. Oleh sebab itu, saat ini ia memilih usaha budidaya ikan jenis lain yang dirasa menjanjikan untung besar yakni budidaya nila. Dikarenakan masa panen ikan ini terbilang singkat.

Tak tanggung, Sholehudin menyiapkan modal usaha ternak ikan nila dalam jumlah banyak. Setelah dihitung modal yang dibutuhkan relatif kecil. Ia membeli 5000 bibit ikan nila di kolam berukuran menengah. Rincian modal awal usaha budidaya ikan nila meliputi pembelian benih ikan sekitar Rp 400 ribu dan membeli pakan ikan sebesar Rp 150 ribu. Dengan modal minim tersebut, ia mampu balik modal dalam waktu satu kali panen. Keuntungan usaha ternak ikan nila berkali-kali lipat. Pada waktu panen, Sholehudin mampu memanen ikan sampai enam kwintal. Sedangkan harga perkilogramnya ikan nila saat itu sebesar Rp 12 ribu. Jadi untung bersih yang diperoleh pria kalem ini Rp 6 juta sekali panen. Lumayan sekali bukan?

Melihat keuntungan yang sangat besar dari bisnis ternak ikan nila membuat Sholehudin terus melanjutkan usaha budidaya ikan air tawar ini. Kini ia membeli benih ikan nila dalam jumlah lebih besar sekitar 15000 ekor yang disebar ke dalam satu kolam tanah. Ia sangat yakin usaha peternakan ikan nilanya saat ini jauh lebih memberikan untung besar. Karena dengan benih ikan nila 5000 ekor ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp 6 juta. Kalau ternak ikan nila dengan jumlah bibit sebanyak 15 ribu maka keuntungan sekitar Rp 18 juta lebih sekali panen. Ternyata prediksi pria tampan ini salah besar. Pada waktu ia panen, ikan nila yang dihasilkan tetap saja sebesar enam kwintal.

Saat ini Sholehudin mempunyai lima buah kolam ikan. Tiga buah kolamnya digunakan untuk budidaya ikan nila. Sedangkan dua kolam lagi dipakai sebagai kolam penampungan sementara sebelum ikan dimasukkan ke kolam utama. Dengan panjang lebar, ia mengungkapkan rincian modal usaha ternak ikan nila, yakni membeli bibit nila dengan usia sekitar 1 bulan sebanyak 15000 dengan harga Rp 1.500.000, membeli pakan ikan tiga karung dengan harga pakan perkarung sak sekitar Rp 170 ribu. Untuk membeli bibit ikan nila, pria periang ini membelinya langsung dari Dinas Perikanan dan Kelautan setempat.

Untuk masalah pemasaran ikan nila, Sholehudin tak merasa kesulitan. Karena hasil panen ikan nilanya sudah ada pembeli yang datang langsung berasal dari kalangan pedagang di daerah Probolinggo. Adapun harga ikan nila perkilogramnya di tangan konsumen sebesar Rp 13 ribu sampai Rp 17 ribu.

Dengan memberi pakan secara teratur yakni tiga kali sehari, usaha ternak ikan nila tetap mempunyai tantangan tersendiri terutama pada musim kemarau. Pada saat kemarau biasanya ikan nila lambat dalam pertumbuhan. Berbeda dengan musim hujan dimana perkembangan ikan nila sangat cepat. dalam waktu empat bulan sudah bisa panen.

Lelaki yang sukses budidaya ikan nila ini mengungkapkan keberhasilannya tak terlepas dari berbagai ilmu dan pembinaan yang diberikan oleh Dinas Perikanan setempat. Sehingga ia mengetahui cara mengatur sirkulasi air, menebar plankton sebagai makanan ikan, membedakan ikan jantan dan betina, membedakan ukuran ikan, dan lain sebagainya.