Rincian Modal Usaha Fotocopy Hingga Beroperasi

20 Juli 2016

Salah satu hal yang dicita-citakan banyak orang adalah memiliki sebuah usaha yang sukses dan menguntungkan. Namun untuk membuka usaha yang berhasil tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan. Semua memerlukan fokus dalam menekuni bidang usaha, pengorbanan, kerja keras, ulet, sabar, tekun, sikap pantang menyerah dan tak lupa berdoa kepada Allah SWT. Di antara banyak peluang bisnis di sekitar anda, salah satu peluang bisnis yang menjanjikan untuk dijalani sekarang ini adalah membuka usaha fotocopy.

Gerai usaha jasa fotocopy sangat mudah ditemui di berbagai sudut kota dan tempat khususnya yang berdekatan dengan pusat pendidikan dan perkantoran. Usaha ini tidak memerlukan modal yang lumayan besar. Dengan modal kecil pun bisa membuka usaha fotocopy dengan membeli mesin fotocopy, kertas, tinta, sewa lokasi, dan lain sebagainya.
bisnis fotocopy, modal usaha fotocopy, modal fotocopy, photocopy, modal bisnis fotocopy, peluang usaha fotocopy

Prospek Usaha Fotocopy
Peluang bisnis membuka usaha fotocopy merupakan salah satu jenis bisnis anti musiman, yang tidak pernah surut. Ia akan selalu dibutuhkan manusia setiap hari selama manusia masih hidup dan berhubungan dengan jasa cetak mencetak dan dokumen. Apalagi jumlah penduduk Indonesia terutama kalangan pelajar, mahasiswa, karyawan dll terus bertambah banyak. Hal inilah yang menimbulkan usaha fotocopy termasuk salah satu peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Kelebihan usaha fotocopy lainnya adalah mudah sekali dalam mengoperasikan, produk yang dijual tak gampang basi atau kadaluwarsa, serta memiliki harga barang yang stabil.

Pangsa pasar usaha fotocopy sangat luas terutama kalangan pelajar, mahasiswa, karyawan, dan lain sebagainya yang dalam keseharian mereka memerlukan jasa fotocopy untuk melaksanakan tugas dan pekerjaannya sehari-hari. Pendek kata, peluang usaha menjanjikan ini cocok sekali dijalankan di sekitar perkantoran, instansi, lembaga, kampus, pusat pendidikan, dll yang senantiasa membutuhkan usaha jasa fotocopy. Bahkan dilihat sekarang ini usaha fotocopy semakin berkembang pesat. Hal inilah yang membuat usaha fotocopy termasuk usaha yang prospektif ke depannya.  Sehingga banyak pelaku usaha fotocopy yang sukses dan kaya raya berkat bisnis ini.

Rincian Modal Usaha Fotocopy Hingga Beroperasi
Sama seperti usaha lainnya untuk membuka usaha fotocopy memerlukan modal usaha. Berikut ini rincian modal usaha fotocopy hingga beroperasi :

A. Modal Investasi
   1. Mesin Fotocopy Canon  Rp  15.400.000
   2. Mesin Laminating           Rp   1.500.000
   3. Etalase                           Rp   1.000.000
   4. Sewa Tempat 1 Tahun    Rp  15.000.000
   5. Printer                            Rp     500.000
   6. Komputer                      Rp   5.000.000
   7. Kursi + Meja                 Rp     800.000
   8. Peralatan ATK               Rp   3.000.000
   9. Pemotong Kertas           Rp     800.000
Total biaya modal:                 Rp  43.200.000

B. Modal kerja
   1. Gaji Pegawai                     Rp     900.000
   2. Listrik                               Rp     300.000
   3. Bahan Baku (kertas, tinta) Rp   1.500.000
Total biaya modal kerja            Rp   2.700.000/bulan

Jika ingin memulai usaha fotocopy minimal harus mempersiapkan modal uang sebesar Rp 43.200.000 + Rp. 2.700.000 = Rp. 45.900.000. Perhitungan harga dan biaya ini hanya bersifat kasar dan bisa disesuaikan dengan situasi setempat dan kebutuhan tertentu. Misalnya jika modal uang yang anda miliki terbatas lebih baik membeli mesin fotocopy yang bekas dan berkualitas. Atau alternatif lain menyewa mesin fotocopy sambil menabung uang hasil usaha untuk membeli mesin fotocopy baru.

Keuntungan Usaha Fotocopy Perhari
Jika diasumsikan dalam satu hari menghabiskan :
Kertas sebanyak 3 rim x Rp 30.000                           = Rp  90.000
Konsumsi listrik 13 jam x Rp 1.500                            = Rp  19.500
Toner / Tinta sebanyak 3 rim (1500 lembar) x Rp 2     = Rp    3000
Gaji karyawan Rp 90.000 : 30 hari                             = Rp  30.000
Total Biaya Modal Kerja Perhari                                = Rp 142.500 
Pendapatan perhari : 1500 lembar (3 Rim) x Rp 150  = Rp 225.000
Laba bersih perhari Rp. 225.000 – Rp 142.500         = Rp  82.500

Keuntungan tersebut belum ditambah dengan usaha tambahan seperti penjualan alat tulis kantor (ATK), alat tulis sekolah, penjilidan, laminating, pulsa, printer, cetak foto, usaha makanan dan minuman ringan dan lain sebagainya.

Karena pada awal mula merintis usaha fotocopy mungkin keuntungan usaha belum begitu besar. Oleh sebab itu, biaya modal kerja harus dipersiapkan dalam tiga bulan ke depan. Namun ada beberapa upaya yang bisa dilakukan oleh seorang pengusaha fotocopy agar dibulan pertama langsung membukukan keuntungan berlipat.

Untuk mengembangkan usaha fotocopy yang berhasil di bulan pertama dan menghasilkan banyak uang ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain :

1. Pemilihan lokasi yang tepat dengan membidik pasar yang jelas. Apalah jadinya sebuah usaha fotocopy berdiri di tengah perkampungan atau tengah pasar tradisional. Tentu akan tak laku. Disebabkan target pasar yang salah. Target pasar yang tepat bagi usaha fotocopy yakni berada di dekat kampus, perkantoran, sekolah, dekat keramaian orang dan tempat lainnya. Karena di tempat itulah usaha fotocopy akan bisa berkembang. Ada cerita mengenai pengalaman seorang pengusaha fotocopy ketika usaha fotocopy yang dimilikinya laris manis yang berada di depan sebuah SMA. Tiba-tiba sekolah SMA itu pindah lokasi dan diganti dengan bangunan PEMDA. Ternyata usaha fotocopy menjadi sepi konsumen. Itulah arti pentingnya tempat. Perubahan akan selalu terjadi. Oleh sebab itu, bersiaplah terhadap perubahan.  

2. Menerapkan strategi pemasaran jasa yang ampuh, efektif dan efisien. Dengan cara membagikan brosur, memasang spanduk, pamflet, dan yang terpenting adalah promosi dari mulut ke mulut dari konsumen yang puas. Oleh sebab itu, berikanlah pelayanan yang prima kepada konsumen. Sehingga mereka mempromosikan usaha fotocopy anda ke sanak kerabat, teman-temannya yang lain

3. Memiliki mental yang kuat, rajin, terus belajar dan pantang menyerah

4. Melengkapi usaha fotocopy dengan menjual beragam barang alat tulis kantor atau ATK yang masih berhubungan dengan fotocopy dan dokumen. Misalnya pena, pensil, kertas, plastik, nota, bon, rautan, sampul buku, pulpen, staples, solasiban, penghapus, penggaris, map, buku, amplop, jangka, stabilio, dan lain sebagainya. Selain itu, bisa menerima jasa penjilidan, printing, scan dokumen, pengetikan, pulsa isi ulang, laminating, cetak foto, bisa pula menyediakan aneka makanan ringan dan minuman serta sejenisnya. Pendek kata, semakin lengkap usaha fotocopy maka semakin baik di mata konsumen. Selain itu, dijamin keuntungan akan berlipat ganda mengingat kebutuhan masyarakat akan jasa fotocopy dan keperluan alat tulis kantor (ATK) semakin besar. Peluang usaha ini harus ditangkap sebaik-baiknya dengan membuka usaha jasa fotocopy sekaligus membuka usaha penjualan alat tulis kantor

5. Harga Jasa Fotocopy. Untuk masalah harga dari jasa fotocopy bisa disesuaikan dengan keadaan atau lebih murah sedikit dari pesaing. Adakan pula diskon harga jasa fotocopy jika memfotocopy dalam jumlah tertentu

6. Menjalin kerjasama dengan distributor besar. Hal ini berguna agar anda bisa menjual barang dan jasa fotocopy dengan harga yang lebih murah. Praktis, keuntungan usaha fotocopy semakin meningkat.

7. Fasilitas pelengkap. Pada waktu sedang memfotocopy seringkali terjadi antrian panjang yang membuat orang jenuh dan tak sabaran. Untuk mengatasi hal itu sediakanlah di tempat usaha fotocopy beragam fasilitas yang mampu membuat nyaman para konsumen yang datang. Misalnya dengan menyediakan ruangan tunggu, kipas angin, kursi, memasang televisi, radio dan lain sebagainya yang bisa membuat betah konsumen

8. Pelayanan yang prima. Usaha fotocopy merupakan usaha dalam bidang jasa. Sehingga harus memperhatikan kualitas pelayanan yang diberikan. Berikanlah pelayanan yang maksimal kepada para konsumen. Misalnya pelayanan fotocopy yang cepat, kualitas hasil fotocopy sangat jelas, pelayanan dilayani dengan sangat ramah dan penuh senyum, dll. Hal itu walaupun sepele dan gratis tapi jika dilakukan berdampak besar bagi usaha fotocopy. Cara itu untuk menarik konsumen menjadi suka terhadap usaha fotocopy anda yang kemudian menjadi pelanggan tetap yang bersedia kembali ke tempat usaha fotocopy anda.

Itulah kiat sukses dalam menjalankan usaha fotocopy yang terbukti ampuh dalam melipatgandakan keuntungan di bulan pertama. Banyak pengusaha di bidang fotocopy yang melakukan cara ini hingga mereka kaya raya. Bila Anda memiliki pekerjaan utama, usaha fotocopy ini bisa djiadikan sebagai peluang usaha sampingan.

Kisah Pengusaha Fotocopy Yang Sukses
Salah seorang pengusaha yang sukses dalam bidang usaha fotocopy adalah pria bernama lengkap Haji Sobri. Awal mula, pria ramah dan sederhana ini tertarik menekuni usaha fotocopy disebabkan gerai usaha fotocopy di depan rumahnya selalu ramai oleh para pengunjung. Kemudian dengan modal uang yang dimilikinya, ia membeli mesin fotocopy bekas. Ia nekad membuka usaha fotocopy walaupun tidak mempunyai kemampuan dalam bidang fotocopy. Selanjutnya ia merekrut seorang karyawan professional yang ahli dalam bidang fotocopy.

Berjalan waktu, ia pun menjalankan usaha fotocopy dengan pelayanan yang sangat prima kepada para konsumen. Seperti pelayanan yang ramah, kualitas hasil fotocopy sangat bagus dan cepat. Lambat laun usaha fotocopy yang dimilikinya semakin berkembang pesat. Kemudian ia membuka beberapa cabang usaha fotocopy di daerah lainnya hingga 5 cabang. Kunci keberhasilan H Sobri tak terlepas dari keberaniannya dalam memulai usaha fotocopy dengan modal terbatas. Jika H Sobri bisa maka anda pun pasti bisa. Bagaimana anda tertarik membuka usaha fotocopy?

Demikianlah penjelasan singkat rincian modal usaha fotocopy hingga beroperasi beserta tips sukses dalam memulai usaha fotocopy. Mudah-mudahan tulisan ini bisa bermanfaat bagi Anda.