Rincian Biaya Modal Usaha Ternak Burung Puyuh dan Keuntungannya

24 April 2018

Usaha ternak burung puyuh merupakan peluang bisnis yang masih terbuka lebar bagi siapapun, mempunyai prospek cerah dan pilihan usaha yang bagus untuk dijalankan dengan pangsa pasar besar. Namun untuk memulai usaha budidaya burung puyuh membutuhkan modal usaha yakng cukup besar yakni modal investasi dan operasional. Hal ini diperlukan supaya beternak burung puyuh dapat lebih optimal dan memberikan keuntungan yang cukup menjanjikan.

Rincian Biaya Modal Usaha Ternak Burung Puyuh dan Keuntungannya
Bagi anda yang tertarik membuka usaha ternak burung puyuh, mungkin akan bertanya berapa biaya modal ternak puyuh petelur dan pedaging. Untuk lebih jelas, berikut ini rincian biaya modal usaha ternak burung puyuh dan keuntungannya, antara lain:
ternak puyuh, ternak burung puyuh, modal ternak puyuh, modal ternak burung puyuh, bisnis burung puyuh, bisnis ternak puyuh, usaha puyuh, burung puyuh

▪ Modal Investasi
Untuk modal investasi meliputi:

1. Pembelian mesin pakan giling Rp 2 juta
2. Oven pengering Rp 2,5 juta
3. Mesin cetak pakan Rp 2,3 juta
4. Pembuatan kandang puyuh Rp 10 juta
5. Mesin penetas telur Rp 1,2 juta
6. Ayakan, selang, timba, wadah, timbangan, terpal dan peralatan usaha ternak puyuh lainnya Rp 1,5 juta

Total biaya investasi sebesar Rp 17,5 juta.

▪ Modal Operasional
Untuk biaya operasional mencakup:

1. Sewa lahan Rp 200 ribu perbulan
2. Upah karyawan Rp 1 juta
3. Biaya pakan meliputi kaldu, tepung darah, tepung ikan, tepung kedelai, garam mineral, tepung terigu, dedak halus dll Rp 8 juta
4. Pembelian vitamin, vaksin dan obat-obatan Rp 2 juta
5. Pembelian bibit burung puyuh Rp 10 juta sebanyak 5000 ekor. Harga bibit burung puyuh petelur Rp 2000 / ekor.

Total biaya operasional sebesar Rp 21, 2 juta.

Omset Usaha Ternak Burung Puyuh
Diasumsikan dalam satu bulan, usaha ternak burung puyuh mampu menghasilkan telor puyuh sebanyak 45 kilogram. Harga telur puyuh saat ini sekitar Rp 15 ribu per kg maka keuntungan yang didapatkan dari penjualan telur puyuh sebesar Rp 675 ribu. Lalu dari penjualan burung puyuh afkir sebanyak 120 ekor akan didapatkan laba sebesar Rp 360 ribu. Dengan patokan harga burung puyuh afkir saat ini sebesar Rp 3000 per ekor. Maka omset bulanan yang didapatkan sekitar Rp 1 juta. Belum ditambah dengan keuntungan dari jualan kotoran puyuh. Dengan masa balik modal kurang dari lima bulan.

Keuntungan Usaha Ternak Burung Puyuh
Bagi anda yang memilih untuk membuka usaha ternak puyuh maka sangatlah tepat. Sebab ada banyak keuntungan menjalankan usaha ternak unggas ini. Berikut ini beberapa keuntungan dari usaha budidaya burung puyuh, antara lain:

1. Penghasilan besar
Usaha beternak burung puyuh akan mampu menghasilkan pendapatan yang cukup besar dari hasil penjualan telur puyuh, daging puyuh, bulu sampai kotoran puyuh yang mempunyai nilai jual yang sangat tinggi di pasaran saat ini. Bulu burung puyuh bisa dijadikan kerajinan tangan berharga mahal. Kotoran puyuh bisa dijadikan pupuk kandang. Telur puyuh dij adikan olahan makanan yang lezat dan disukai anak-anak maupun orang dewasa. Sedangkan harga telur puyuh saat ini sekitar Rp 200 perbutir.

2. Permintaan daging puyuh sangat besar
Berbagai restoran, warung nasi sederhana, warteg, hotel, rumah makan dan lain sebagainya memerlukan pasokan daging puyuh afkir dalam skala besar untuk diolah menjadi menu makanan lezat yang disukai konsumen. Sehingga anda tidak akan kesulitan dalam memasarkan daging puyuh afkir.

3. Permintaan telur puyuh sangat besar
Bukan hanya permintaan daging puyuh yang sangat tinggi. Tapi juga permintaan terhadap telur puyuh sangat besar. Telur puyuh terbukti mengandung banyak vitamin dan mineral yang baik dikonsumsi oleh manusia. Telur puyuh seringkali dijajakan oleh para pedagang asongan keliling dengan harga Rp 2000 perbungkus.

Resiko Usaha Ternak Burung Puyuh
Dalam membuka usaha ternak puyuh tak terlepas dari resiko, kekurangan dan kelemahan dari bisnis ini. Berikut beberapa resiko usaha ternak burung puyuh bagi pemula, antara lain:

1. Burung puyuh terserang penyakit
Seringkali burung puyuh terserang sebuah penyakit unggas. Hal ini perlu diobati secara cepat. Sebab jika dibiarkan terus menerus bisa mengakibatkan kematian puyuh dalam jumlah banyak. Apalagi jika penyakit yang dideritanya bersifat menular. Untuk menghindari burung puyuh terserang penyakit, ada sejumlah upaya yang bisa dilakukan yaitu membersihkan kandang secara teratur setiap hari, memberikan vitamin dan vaksin pada burung puyuh dan upaya lainnnya.

2. Burung puyuh tidak produktif bertelur
Hal lain yang menjadi resiko ternak burung puyuh adalah burung puyuh tidak produktif lagi bertelur. Sehingga anda harus menggantinya dengan burung puyuh yang lebih muda dan masih produktif. Burung puyuh yang sudah tak bertelur lagi bisa dijual di pasaran.

3. Burung puyuh kabur atau dimangsa
Resiko lainnya dari usaha ternak burung puyuh adalah burung puyuh kabur disebabkan ada lubang celah dalam kandang. Selain itu, bisa pula burung puyuh dimangsa kucing, dan lain-lain. Oleh sebab itu, anda harus memastikan kondisi kandang tertutup rapat dan jauh dari binatang pemangsa.

4. Usaha ternak burung puyuh rugi
Dalam menjalankan sebuah usaha tidak bisa dilepaskan dari yang namanya untung maupun rugi. Sebuah usaha bisa untung dan bisa pula rugi. Begitupula dalam membuka usaha budidaya puyuh, anda bisa mengalami yang namanya untung dan bisa pula rugi. Namun kerugian usaha bisa dicegah sedini mungkin dengan banyak belajar cara menjalankan budidaya burung puyuh yang menguntungkan melalui pengalaman ataupun buku.

Cara Budidaya Burung Puyuh Petelur dan Pedaging untuk Pemula
Dalam membuka suatu usaha ternak puyuh memerlukan pedoman dan panduan. Berikut ini beberapa cara budidaya burung puyuh petelur dan pedaging untuk pemula, antara lain:

1. Mempunyai modal yang mencukupi
Untuk membuka usaha budidaya burung puyuh membutuhkan modal yang cukup besar. Berupa modal investasi seperti pembuatan kandang maupun biaya operasional meliputi pembelian bibit burung puyuh, biaya perawatan puyuh dan biaya pakan. Sehingga anda harus memastikan bahwa modal uang yang anda miliki memadai untuk membuka usaha ternak puyuh dari awal hingga berdiri.

2. Mempunyai kemauan yang kuat
Hal lain yang harus diperhatikan agar usaha ternak burung puyuh bisa berhasil adalah memiliki sikap baik dan kemauan yang sangat kuat. Dengan kemauan kuat maka segala tantangan dan hambatan dalam budidaya burung puyuh bisa teratasi dengan baik.

3. Terbiasa dengan bau dan kotoran
Untuk sukses budidaya burung puyuh pedaging dan petelur berikutnya adalah dengan mempunyai sikap tidak takut kotoran dan bau. Sebab yang namanya usaha beternak burung puyuh tidak terlepas dari bau dan kotoran puyuh yang harus dibersihkan setiap hari dari kandangnya.

4. Mempersiapkan kandang ternak puyuh petelur dan pedaging dengan baik
Untuk kandang burung puyuh bisa dibuat sendiri dari bahan-bahan kayu dan bambu disertai ram kawat. Sediakan pula tempat makan dan minum bagi puyuh. Luas kandang puyuh disesuaikan dengan jumlah ternak burung puyuh. Tempatkanlah kandang burung puyuh di tempat yang jauh dari pemukiman penduduk, jauh dari kebisingan suara dll.

5. Membeli bibit burung puyuh unggul
Hal berikutnya yang harus dipersiapkan adalah bibit burung puyuh petelur maupun pedaging yang unggul. Sehingga bisa didapatkan telur dalam jumlah yang besar dan puyuh tumbuh dengan cepat. Sobat dapat membeli bibit puyuh secara online di bukalapak, tokopedia, olx dan para peternak burung puyuh terdekat.

Cara Mendapatkan Modal Usaha Ternak Burung Puyuh
Mengingat usaha beternak burung puyuh petelur dan pedaging membutuhkan modal yang sangat besar, maka berikut ini beberapa cara mendapatkan modal usaha ternak burung puyuh, antara lain:

1. Menggunakan uang pribadi
Mungkin anda mempunyai tabungan maupun deposito di bank. Anda bisa mencairkan uang tersebut sebagai modal awal untuk membuka usaha budidaya burung puyuh secara rumahan. Ketimbang anda menyimpan uang di bank lebih baik menggunakannya untuk memulai usaha budidaya burung puyuh yang lebih memberikan keuntungan yang lebih besar.

2. Pinjaman dari orangtua, anggota keluarga dan sanak kerabat
Jika anda membutuhkan modal uang yang cukup besar untuk membuka usaha ternak puyuh maka anda bisa mencoba meminjam uang kepada kedua orangtua. Utarakan niat baik untuk memulai budidaya burung puyuh. Apabila tak memungkinkan maka anda bisa meminjam uang kepada anggota keluarga seperti kakak atau adik yang mempunyai uang berlebih. Tawarkanlah sistem kerjasama usaha dimana mereka sebagai investor dan anda sebagai pengelolanya.

3. Meminjam uang ke bank
Anda bisa meminjam uang di bank dengan sejumlah persyaratan administrasi dan dokumen. Seperti jaminan dan pengajuan proposal usaha ternak burung puyuh. Namun cara ini kurang dianjurkan mengingat adanya beban bunga yang harus dibayarkan secara rutin.

Analisis Usaha Ternak Burung Puyuh
Berdasarkan analisa penulis saat ini, usaha budidaya burung puyuh masih belum banyak pesaing. Hal ini mencerminkan bahwa usaha ternak hewan yang menguntungkan dalam waktu singkat ini mempunyai prospek cerah. Anda bisa membuka usaha ternak puyuh skala kecil, menengah hingga skala besar. Namun bagi pemula dianjurkan untuk memulai usaha budidaya burung puyuh skala kecil. Sehingga jika terjadi kegagalan maka kerugian usaha tidak terlalu besar.

Apabila anda mempunyai modal yang sangat terbatas maka ada cara untuk membuka usaha ternak burung puyuh dengan modal kecil yaitu membeli usaha ternak burung puyuh yang bangkrut. Mungkin di sekitar daerah anda bisa ditemukan orang yang jual ternak puyuh maka anda bisa membelinya dengan harga murah. Modal ternak puyuh petelur dan pedaging bisa seminimal mungkin dengan cara ini. Selain itu, untuk meningkatkan penghasilan dari budidaya burung puyuh maka anda bisa berbisnis atau berjualan telur puyuh maupun daging puyuh secara keliling yang ditujukan bagi rumahtangga, restoran, rumah makan, hotel, pasar tradisional dan pasar modern.