Rincian Biaya Modal Usaha Percetakan dari Awal hingga Buka

06 Oktober 2017

Membuka sebuah usaha yang sukses tidaklah mudah. Dibutuhkan ide usaha yang bagus dan panduan  meraih keberhasilan dari usaha tersebut. Salah satu jenis usaha yang menjanjikan yang bisa sobat tekuni dengan potensi keuntungan lumayan besar adalah usaha percetakan. Bisnis percetakan senantiasa diperlukan orang untuk kebutuhan alat-alat percetakan. Seperti kartu undangan khitan dan pernikahan, brosur, pamflet, spanduk, buku, dan lain-lain.

Prospek Usaha Percetakan Rumahan
Usaha percetakan tak pernah ada matinya. Bisnis ini mengalami perkembangan pesat. Dengan hadirnya percetakan digital yang membuat pengerjaan orderan bisa dalam jumlah satuan dan jumlah banyak yang diselesaikan dalam waktu singkat. Selain itu, usaha percetakan digital lebih murah dari segi pembuatannya.

Sangat mudah kita menjumpai usaha percetakan di berbagai sudut kota dan pedesaan. Usaha percetakan memiliki tingkat persaingan yang sangat tinggi. Berdasarkan analisa penulis, gerai usaha percetakan baru terus muncul di perkotaan dan pedesaan terpencil.
bisnis percetakan, usaha percetakan, percetakan, printing, modal usaha percetakan, percetakan buku, percetakan undangan

Sekarang banyak pengusaha percetakan sablon yang merubah bisnisnya ke usaha percetakan digital. Sebab keuntungan yang sangat tinggi. Jika anda sedang mencari peluang usaha yang memberikan keuntungan besar perharinya maka usaha percetakan sangat tepat untuk dijalankan.

Namun yang menjadi kendala bagi pemula untuk membuka usaha percetakan harus mempunyai modal sangat besar. Mengingat harga mesin percetakan lumayan mahal. Seperti fotocopy,offset, printer dll yang bisa mencapai ratusan juta rupiah. Akan tetapi seiring perkembangan jaman, usaha percetakan bisa dilakukan secara kecil kecilan dengan modal kecil.

Untuk memulai usaha percetakan dengan modal kecil maka anda harus menghemat biaya modal usaha. Sobat bisa membeli mesin percetakan yang bekas tapi masih berkualitas baik. Selain itu, pastikan mesin percetakan hemat tinta dan bisa mencetak dokumen yang sangat banyak dalam waktu cepat. Kemudian sobat bisa memulai usaha percetakan dari rumah.

Bisnis percetakan bukanlah hal aneh bagi penulis. Karena tetangga penulis membuka usaha percetakan rumahan. Begitu pula tempat tinggal penulis berada di wilayah dekat pusat percetakan di Bandung yaitu daerah Jalan Pagarsih dan Jalan Surapati atau Suci. Jika anda berminat membuka usaha percetakan maka anda bisa memulai secara kecil-kecilan dan rumahan.

Jenis Barang Hasil Cetakan
Berikut ini produk-produk percetakan yang bisa anda jual di toko percetakan offset maupun digital rumahan milik sobat, antara lain :

1. Kartu Undangan Pernikahan dan Khitanan
Salah satu momen penting dalam kehidupan seseorang adalah menikah. Untuk mengundang orang-orang yang mereka cintai, orang yang hendak menikah membuat kartu undangan pernikahan. Hal ini membuat usaha percetakan kartu undangan pernikahan laris manis. Dan setiap minggu ada saja orang yang akan menikah di satu daerah. Selain menyediakan jasa pembuatan kartu undangan perkawinan, anda pun bisa membuat kartu undangan khitanan.

2. Formulir
Sebuah usaha pasti membutuhkan produk-produk percetakan seperti formulir. Anda bisa menyediakan jasa pembuatan formulir bagi suatu perusahaan. Yang meliputi kop surat, bon, amplop, kartu nama, sticker, label usaha, stofmap, poster, brosur, mug bergambar, kalender dll yang berwarna. Oleh sebab itu, anda bisa mendekati berbagai perusahaan skala besar maupun kecil yang berada di daerah anda untuk menawarkan jasa pembuatan formulir bagi perusahaan.

3. Buku
Anda bisa menawarkan jasa cetak buku skala kecil maupun skala besar. Permintaan jasa percetakan buku saat ini meningkat pesat seiring dengan kebutuhan akan ilmu pengetahuan. Pihak yang menggunakan jasa percetakan buku biasanya adalah pihak penerbit buku. Buku yang laris manis dicetak adalah buku soal-soal ujian saringan masuk perguruan tinggi negeri dan soal-soal tes CPNS. Untuk menghemat biaya percetakan buku maka anda bisa menggunakan mesin percetakan digital.

Rincian Biaya Modal Usaha Percetakan dari Awal hingga Buka
Modal usaha yang utama dari bisnis percetakan adalah pengetahuan dan keterampilan dalam membuat produk-produk percetakan dengan kualitas sangat  baik dan rapi. Selain itu, modal usaha penting lainnya dari usaha percetakan  adalah mental bisnis yang bagus, pantang menyerah dan ulet. Dan tak kalah penting modal usaha uang.

Lalu banyak orang bertanya berapakah modal usaha yang dibutuhkan untuk buka usaha percetakan? Untuk lebih jelas, berikut ini rincian biaya modal usaha percetakan dari awal hingga buka, antara lain:

1. Mesin Percetakan atau Printer seharga Rp 10 juta
2. Komputer Pentium 5 seharga Rp 5 juta
3. Mesin pemotong seharga Rp 3 juta
4. CD aplikasi coreldraw dan photoshop seharga Rp 200 ribu
5. Mesin laminating dan bahan laminasi seharga Rp 800 ribu
6. CD program contoh desain, frame kalender, frame bingkai poto, dan background foto seharga Rp 300 ribu
7. Tinta mesin cetak seharga Rp 300 ribu
8. Larutan pembersih seharga Rp 400 ribu

Total biaya modal usaha percetakan offset kecil-kecilan maupun digital printing sebesar 20 juta rupiah. Hal itu diasumsikan sobat membuka usaha percetakan  digital printing, sablon atau offset secara rumahan. Atau belum termasuk biaya sewa lokasi usaha di tempat strategis.

Tips Sukses Membuka Usaha Percetakan Tanpa Modal
Bagi anda yang mempunyai modal uang yang cukup besar maka sobat bisa membuka usaha percetakan di tempat strategis yang ramai. Namun apabila anda memiliki modal terbatas namun ingin membuka usaha percetakan maka anda jangan sedih. Karena anda bisa membuka usaha percetakan tanpa modal. Caranya dengan melemparkan orderan cetakan ke usaha percetakan orang lain.

Tugas anda mencari pesanan produk percetakan sebanyak mungkin. Cara paling mudah mencari orderan ke lingkungan terdekat terlebih dahulu. Dimulai dari tetangga, saudara, sanak kerabat, teman, rekan kerja dan kenalan lainnya. Anda bisa menawarkan jasa percetakan yang murah meriah dengan kualitas bagus. Untuk meyakinkan calon konsumen, anda bisa memberikan sampel produk percetakan yang telah dibuat.

Seiring berjalan waktu dalam menjalani bisnis percetakan tak selamannya muluss. Anda pastinya akan menghadapi berbagai hambatan dan kendala. Oleh sebab itu, anda diharuskan memiliki sifat pantang menyerah dan memilki  sifat terus belajar usaha percetakan. Dari mulai cara mendapatkan order, produksi, finishing sampai layanan purna jual yang baik.

Salah satu cara menjalankan usaha percetakan yang sukses adalah melakukan survey seberapa banyak pangsa pasar yang ada. Pilihlah lokasi usaha percetakan di dekat pasar yang dituju. Misalkan jika menargetkan kalangan mahasiswa maka anda bisa membuka usaha percetakan di depan kampus, pusat pendidikan, dll. Apabila anda menargetkan pangsa pasar secara umum maka anda bisa membuka usaha percetakan di pusat kota, pinggir jalan yang ramai dan lain-lain.

Mengapa harus membuka usaha percetakan di tempat strategis tersebut? Hal ini bertujuan untuk mendapatkan konsumen sebanyak mungkin setiap hari. Sehingga omset harian bisa didapatkan secara besar. Yang berdampak pada keuntungan usaha percetakan perhari ikut besar.

Cara Memulai Bisnis Percetakan
Untuk membuka bisnis percetakan, langkah pertama adalah menentukan jenis usaha percetakan yang hendak dipilih. Mau usaha percetakan digital, offset atau percetakan sablon. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing. Namun saran penulis sobat bisa memulai usaha percetakan digital karena lebih sedikit modal usaha yang dibutuhkan, bisa mencetak dalam jumlah banyak dan satuan, hasil produksi lebih bagus dan rapi dalam jumlah banyak, pengerjaan cepat dan lain sebagainya.

Berdasarkan pengamatan penulis, usaha percetakan digital mampu mengalahkan percetakan sablon. Hal ini membuat bisnis percetakan digital lebih menjanjikan dan prospek cerah. Ada banyak produk yang bisa dihasilkan dari usaha percetakan seperti buku, majalah, spanduk, brosur, pamflet, stofmap, amplop, kalender, mug, sablon kaos untuk pilkada dan pemilu dan lain sebagainya.

Bagi seorang pemula pasti akan merasakan kesulitan dalam membuka bisnis percetakan dari awal hingga buka. Oleh sebab itu, bagi pemula bisa belajar seluk beluk usaha percetakan dengan bekerja sebagai karyawan di perusahaan percetakan. Hal ini dilakukan oleh salah seorang tetangga penulis yang bekerja sebagai karyawan di perusahaan percetakan digital di Jakarta. Setelah ia mempunyai banyak bekal pengalaman dan pengetahuan tentang seluk beluk usaha percetakan dari awal sampai akhir yang meliputi cara membuat berbagai cetakan digital, cara promosi, dll maka ia mengundurkan diri dan memilih untuk membuka usaha percetakan mandiri.

Sekali membuka usaha percetakan, ia mempunyai dua cabang. Usaha percetakan yang pertama berada di Jakarta dimana ia menyewa sebuah ruko di tempat strategis untuk dibuka usaha percetakan. Sedangkan usaha percetakan kedua berada di daerah Sumedang yang dikelola oleh sang istri yang bertugas mencari orderan cetakan. Orderan cetakan di desa lumayan banyak dari mulai spanduk, kartu undangan pernikahan dan hajatan khitan, kartu nama, dll. Sistem promosi yang dijalankan memasang spanduk di pinggir jalan raya dan dari mulut ke mulut.

Karena bisnis percetakan termasuk usaha pelayanan dalam bidang jasa maka pelayanan yang memuaskan bagi konsumen harus diperhatikan. Seperti hasil cetakan yang rapi, bagus, cepat dan tepat waktu. Selain itu, pelayanan harus ramah, bersahabat dan respon cepat. Harga yang ditawarkan harus lebih murah dari pesaing. Karena saat ini konsumen lebih pintar. Ia bisa mencari usaha percetakan yang memberikan harga paling murah.

Hal tersebut di atas harus dilakukan tak terlepas dari citra baik yang harus dijaga dari segi harga dan kualitas serta pelayanan. Sehingga serumit apapun orderan maka anda harus menerimanya dengan cara melemparkan orderan ke usaha percetakan lain yang lebih sanggup mengerjakannya. Sehingga konsumen puas atas pelayanan usaha percetakan anda dan terlihat pelayanan sangat lengkap.

Cara lain untuk berhasil dalam bisnis percetakan bagi pemula adalah membuka usaha percetakan di tempat strategis. Misalkan pinggir jalan yang ramai, sekitar pusat keramaian orang, sekitar pusat usaha percetakan. Kalau di Bandung daerah Pagarsih dan jalan suci. Jangan pernah mencoba membuka usaha percetakan di lokasi yang jauh dari pusat percetakan karena anda memerlukan promosi yang gencar. Konsumen akan ragu dengan bisnis percetakan sobat. Sebaliknya, jika usaha percetakan berada di pusat percetakan maka konsumen akan datang dengan sendirinya. Anda tak terlalu kesulitan dalam memperoleh konsumen.

Cara lain yang harus diperhatikan selain membuka usaha percetakan secara offline juga bisa mendirikan usaha percetakan online. Salah satu cara mendapatkan orderan cetakan secara online menggunakan teknik seo. Anda bisa membuat artikel tentang usaha percetakan sobat dan mensubmit ke google dan yahoo sehingga tampil di ranking satu. Selain itu, anda bisa menggunakan iklan adwords supaya usaha percetakan online anda berada di ranking satu google.

Terakhir, bagi anda yang ingin membuka usaha percetakan yang langsung laris maka gunakan sistem jemput bola. Anda bisa melihat celah peluang orderan dari teman, anggota keluarga, rekan kerja, perusahaan di sekitar, instansi pemerintah swasta dan negeri dll. Dekatilah mereka dan tawarkanlah jasa percetakan sobat dengan berbagai keunggulan dan kelebihan yang dimiliki.