Rincian Biaya Modal Usaha Barang Antik dari Awal hingga Buka

21 Desember 2019

Menjalankan bisnis tentu harus melihat peluang yang bisa dihasilkan dari bisnis tersebut. Apalagi saat ini, peluang bisnis juga semakin meningkat dengan segala kemudahan yang ditawarkan. Jika Anda berminat, salah satu jenis bisnis yang cukup menjanjikan adalah usaha barang antik.

Masih banyak orang yang memiliki anggapan jika mengoleksi barang-barang antik itu sia-sia. Ini karena kebanyakan dari mereka masih menganggap jika barang-barang antik ini tidak berguna dan hanya memenuhi ruangan saja.

Rincian Biaya Modal Usaha Barang Antik
Namun jangan salah, karena barang-barang antik ini juga memiliki peluang bisnis yang menjanjikan. Jika Anda ingin memulai bisnis atau usaha barang antik ini, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan tentang bisnis ini, termasuk rincian biaya untuk modal usaha dari awal hingga buka.

Sama seperti jenis usaha atau bisnis lainnya, membuka bisnis barang antik ini juga memerlukan modal untuk memulainya. Modal yang dibutuhkan memang cukup banyak mengingat untuk memulai bisnis ini Anda juga harus berburu dan membeli barang antik dari koleksi pribadi. 
usaha barang antik, bisnis barang antik, barang antik, arloji antik, bisnis arloji, modal usaha barang antik, arloji

Apabila Anda ingin memulai rincian modal usaha untuk membuka bisnis atau usaha barang antik berikut bisa menjadi referensi tambahan untuk Anda serta menyiapkan budget untuk modalnya.

1. Membeli Koleksi Barang Antik
Rincian biaya modal pertama yang harus Anda siapkan adalah untuk keperluan membeli koleksi barang antik. Pengusaha barang antik kebanyakan memang berasal dari hobi. Hobi mengumpulkan barang antik lama kelamaan akan membawa pada bisnis ini.

Namun tentu saja, koleksi barang antik sendiri tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan berjualan. Oleh karena itu, tentu Anda juga harus menyiapkan budget untuk membeli koleksi barang antik orang lain.

Untuk membeli barang antik yang akan dijual nantinya, Anda setidaknya membutuhkan modal sebesar 100 juta rupiah untuk memulai usaha barang antik ini. Angka ini bisa lebih kecil lagi jika Anda bisa melakukan negosiasi dengan pemilik barang antik untuk menjualkan koleksinya. Dengan begitu Anda tidak perlu membeli, namun bisa tetap mengambil sedikit untung dari penjualan tersebut. 
modal usaha barang antik, usaha barang antik, bisnis barang antik, barang antik, jam antik, usaha jam tangan antik

2. Menyewa Tempat
Seperti halnya usaha atau bisnis lain, usaha barang antik ini juga membutuhkan tempat untuk menjalankan usaha. Tempat ini bisa menyewa ataupun membeli. Pilihannya, jika membeli Anda bisa membeli jenis tempat dengan konsep klasik atau tradisional untuk menambah daya tarik.

Pilihan menyewa biasanya dipilih jika pengusaha ingin menjalankan bisnisnya di kawasan pusat bisnis atau di pasar barang antik. Untuk soal tempat usaha ini terserah Anda apakah ingin menyewa atau membeli tempat sendiri.

Jika Anda memutuskan membeli, jenis rumah klasik seperti rumah Joglo akan semakin menegaskan konsep bisnis Anda. Untuk kebutuhan ini, setidaknya Anda harus menyiapkan dana mulai dari 20-70 juta rupiah, tergantung apakah Anda mau menyewa atau membeli.

3. Etalase Tempat Memajang Barang
Untuk menarik minat calon konsumen tentu saja diperlukan strategi khusus agar calon konsumen bisa mengenali produk yang Anda tawarkan, seperti jenis usaha atau  bisnis lain. Salah satunya adalah dengan memasang atau memajang barang-barang tersebut.

Untuk memajang barang-barang tersebut tentu dibutuhkan etalase atau jenis tempat lain yang memungkinkan Anda untuk memajang. Untuk mendapatkan etalase inumi, setidaknya Anda harus menyiapkan budget sebesar antara 10-20 juta rupiah dalam rencana anggaran atau modal usaha barang antik Anda.
bisnis barang antik, usaha barang antik, modal usaha barang antik, barang antik, jualan barang antik, radio, radio antik, jualan radio bekas, barang antik unik

4. Perawatan Barang
Tidak seperti bisnis lainnya, saat membuka usaha barang antik, Anda juga harus menyiapkan budget khusus untuk perawatan barang-barang antik tersebut. Hal ini karena barang antik mungkin bisa berkarat atau mengalami masalah lain.

Agar barang-barang Anda bisa tetap menarik minat pembeli serta supaya tidak mengurangi nilai jual dari benda tersebut. Untuk budget perawatan ini bisa Anda tentukan sendiri besarnya. Namun Anda bisa menyiapkan sekitar 10-20 juta rupiah.

5. Biaya Lain-Lain
Selain biaya-biaya yang sudah disebutkan di atas, ketika membuka usaha barang antik, setidaknya Anda juga harus menyiapkan budget cadangan sebagai jaga-jaga jika ada suatu hal yang tidak diinginkan.

Budget untuk kebutuhan lain-lain ini tidak perlu terlalu besar, cukup sekitar 10-20 juta saja. Nah, dari total semua kebutuhan yang ada dalam daftar di atas, untuk membuka usaha penjualan barang antik sendiri, setidaknya Anda harus memiliki modal sebesar 170 juta rupiah.
bisnis barang antik, usaha barang antik, barang antik, jualan barang antik, kamera antik, kamera klasik, modal bisnis barang antik

Jenis-Jenis Barang Antik Berpotensi Besar untuk Usaha Barang Antik
Barang antik sendiri tentu ada sangat banyak jenisnya. Baik itu yang akan digunakan untuk sekedar koleksi maupun dijadikan sebagai bisnis. Nah, jika Anda ingin membuka bisnis atau usaha barang antik, barang-barang berikut ini adalah beberapa barang antik yang memiliki nilai atau peluang tinggi.

1. Perangko
Sebelum adanya media komunikasi canggih seperti saat ini, surat sudah lebih dulu digunakan oleh masyarakat sebagai media berkomunikasi. Pada jaman dahulu, berkomunikasi memang hanya bisa dilakukan lewat surat. Karena itu dalam satu kali komunikasi bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan.

Namun, hal tersebut tidak mengurangi antusiasme masyarakat untuk melakukan komunikasi. Salah satu penyebabnya adalah ketika sedang berkirim surat setiap orang juga bisa saling bertukar perangko.

Perangko ini adalah hal yang harus ada saat mengirim surat. Dalam dunia bisnis barang antik, perangko, apalagi perangko yang berstatus edisi terbatas adalah jenis barang antik yang masih banyak dicari dan dikoleksi. 
bisnis barang antik, usaha barang antik, barang antik, modal usaha barang antik, modal bisnis barang antik, peluang usaha barang antik

2. Mata Uang Lama
Uang adalah alat pembayaran yang sah, bahkan sejak jaman dahulu. Yang membedakan antara jaman dulu dengan sekarang adalah nilai mata uangnya.

Karena itu, meskipun kini sudah tidak memiliki nilai tukar lagi, beberapa mata uang kuno masih tetap banyak dicari sebagai koleksi. Karena itu menjadikan mata uang lama dalam daftar barang antik yang berpotensi juga bukanlah hal yang salah.

3. Ponsel Lama
Jika Anda sudah menjadi gadget enthusiast sejak dulu, pasti mengikuti perkembangan alat komunikasi ini. Gaget atau alat komunikasi modern jadul juga masih menjadi primadona jika Anda ingin membuka bisnis barang antik.

Banyak kolektor yang mencari benda ini sekedar sebagai koleksi atau memang masih difungsikan. Ya karena beberapa pengusaha barang antik juga tak jarang menjual handphone jadul ini masih dalam keadaan menyala dan bisa digunakan.
modal usaha barang antik, bisnis barang antik, usaha barang antik, barang antik, telepon antik, jualan barang antik, bisnis jualan barang antik

4. Tustel / Kamera Analog
Satu lagi jenis barang antik yang juga banyak dicari kolektor dan bisa memberikan peluang besar pada bisnis barang antik yang Anda jalankan adalah kamera analog, atau orang lebih mengenal dengan nama tustel.

Jenis barang ini tidak hanya diburu oleh kolektor sebagai pelengkap koleksi saja, namun juga oleh para pecinta fotografi. Jenis kamera ini memiliki nilai history yang tinggi, namun di lain sisi juga sangat cocok digunakan oleh pecinta fotografi yang baru belajar. Harga barang ini bervariasi tergantung kualitas barang atau kualitas kameranya.

5. Mobil Kuno
Mobil kuno adalah jenis benda antik yang juga selalu diincar oleh kolektor. Anda bisa menjadikannya salah satu barang antik paling potensial untuk usaha barang antik. Harga mobil kuno tentu saja lebih mahal dibandingkan dengan beberapa jenis barang sebelumnya.

Karena itu, sebagai alternatif Anda bisa menggunakan teknik perantara jika memang budget Anda tidak memenuhi untuk membeli jenis barang ini. Dengan menjadi perantara, Anda pun bisa mendapatkan keuntungan yang cukup besar pula.

Keunggulan dan Kelemahan Usaha Barang Antik
Setiap usaha yang dijalankan tentu memiliki nilai plus dan minus. Pasti memberi keuntungan namun tak jarang juga membawa kekurangan. Seperti juga usaha barang antik ini. Ada beberapa keuntungan dan kelemahan yang harus Anda waspadai ketika menjalankan bisnis ini.

1. Keuntungan yang Cukup Besar
Menjalankan bisnis barang antik tak dapat dipungkiri menawarkan keuntungan yang cukup besar. Terutama jika jenis barang yang Anda jual adalah barang-barang antik yang memiliki nilai histori tinggi.

Tidak hanya fungsi, nilai histori yang tinggi juga menjadi pertimbangan dalam membandrol harga. Semakin tinggi nilai historinya, maka semakin besar nilai jual yang bisa Anda pasang. Dengan begitu, peluang keuntungan untuk Anda juga akan semakin besar.

2. Harus Jeli dalam Memilih Barang
Kelemahan pertama yang harus Anda hadapi ketika memutuskan membuka usaha barang antik adalah harus jeli. Sebagai pengusaha Anda harus jeli dalam memilih barang antik mana yang bisa memiliki nilai dan potensi tinggi dan mana yang tidak.

Jangan sampai Anda salah memilih dan menilai barang untuk dijual. Bukannya mendapatkan untung mungkin Anda juga harus merugi jika tidak bisa memilih barang antik dengan baik.

3. Membutuhkan Kesabaran Tinggi
Membuka bisnis barang antik bukanlah bisnis instan yang bisa memberikan keuntungan dalam sekejap. Untuk bisa mendapatkan keuntungan atau paling tidak bisa menjalankan bisnis dalam jangka waktu tertentu saja membutuhkan Kesabaran.

Setidaknya butuh waktu berbulan bulan hingga tahunan untuk bisa melihat keuntungan yang sesuai dengan yang Anda inginkan.

Demikian tadi penjelasan lengkap tentang bisnis atau usaha barang antik, mulai dari rincian biaya modal yang harus dikeluarkan, jenis barang apa saja yang sangat potensial hingga keuntungan dan kelemahannya. Semoga informasi ini bisa memberikan referensi sebelum Anda memulai usaha atau bisnis.