Cara Mengajukan Kredit Pinjaman di Bank untuk Modal Usaha

10 Februari 2017

Pada kesempatan yang berbahagia ini penulis akan membahas mengenai cara mengajukan kredit pinjaman di bank untuk modal usaha. Informasi lengkap ini sangat dibutuhkan para calon pelaku usaha baru dan pemula yang memerlukan uang tunai dalam jumlah besar untuk membuka suatu usaha. Seperti yang dilakukan oleh rekan kerja penulis bernama Lilis Ambarsari yang mengajukan pinjaman kredit uang sebesar Rp 10 juta kepada BRI sebagai modal awal usaha untuk membuka warung dan toko kelontongan secara kecil-kecilan. Dalam waktu tiga hari, pengajuan pinjaman uang di bank BRI disetujui dan cair. Namun dipotong biaya administrasi.

Banyaknya bank swasta dan pemerintah di Indonesia perlu disikapi dengan baik dan bijak. Mereka tentunya akan memberikan pelayanan yang saling bersaing yang berdampak pada memuaskan nasabah, produk kredit pinjaman uang tunai dengan bunga rendah, pencairan kredit pinjaman uang berlangsung cepat, persyaratan dokumen sangat gampang dan tak berbelit serta kemudahan lain sebagainya.

Sama seperti ketika penulis hendak menjalankan sebuah usaha dengan skala besar dan pastinya potensi untung besar pula. Cara mendapatkan modal usaha gratis dengan cara meminta atau meminjam uang kepada orangtua tercinta dan anggota keluarga lain. Dan langkah terakhir mengajukan pinjaman kredit ke bank. Namun sebagian pakar bisnis menganjurkan dalam memulai suatu bisnis hendaknya menggunakan sumber pembiayaan atau sumber modal yang kita miliki. Seperti tabungan, deposito, menjual emas, menggunakan gaji, dll.
kredit pinjaman bank, kredit, bank, pinjaman bank, cara pinjam bank, bank syariah, modal usaha, pinjaman modal usaha

Pinjaman Kredit Uang Tunai untuk Usaha
Perlu diketahui hal di atas beralasan karena pinjaman kredit uang di bank ada kewajiban pengembalian ditambah beban bunga. Sedangkan modal usaha gratis yang kita punyai dari tabungan atau pemberian bebas kita gunakan semaunya. Kalau usaha untung kita akan bahagia. Jika rugi toh tak mengapa. Itung itung sebagai biaya pembelajaran usaha  agar sukses di masa depan. Berbeda dengan pinjaman kredit di bank, jika usaha kita untung maka itu keberuntungan. Tapi jika usaha kita rugi tetap harus membayar cicilan perbulan ditambah bunga bank. Rugi dua kali kan?

Pendek kata, banyak cara untuk mendapatkan modal usaha. Cara yang umum adalah meminjam kredit uang ke lembaga perbankan seperti bank yang harus memberikan jaminan berupa sertifikat rumah, tanah dan BPKB kendaraan bernotor. Kalau diumpamakan bank sebagai investor dan anda sebagai pelaku usaha. Tentu keuntungan dibagi secara adil antara bank dan pengusaha. Jika usaha rugi maka biaya kerugian dibagi bersana antara pengusaha dan investor atau bank. Sistem kerja yang adil dan ideal hanya bisa didapatkan di lembaga perbankan atau bank syariah di Indonesia. Jadi prioritas pertama dalam mengajukan pinjaman kredit di bank maka pilihlah perbankan syariah. Seperti Bank Muamalat, BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dll.

Oleh sebab itu, jika anda mempunyai usaha yang telah mapan dan membutuhkan suntikan modal usaha untuk meningkatkan keuntungan maka jangan ragu untuk mengajukan pinjaman kredit ke bank. Perbankan akan senang sekali jika sobat meminjam uang kepada pihak bank sama seperti ketika membuka rekening di bank. Karena mereka sudah dipastikan memperoleh keuntungan. Keuntungan ini untuk membiayai operasional bank dan membagikan laba dengan nasabah penabung atau investor.

Hal ini dibuktikan oleh penulis yang ketika menjadi nasabah beberapa bank syariah dan konvensional ditawarkan beberapa kali oleh pihak bank untuk mendapatkan pinjaman kredit uang dengan bunga rendah dan jaminan yang ringan. Seperti BPKB kendaraan bermotor sepeda motor dan mobil. Namun ketika itu, penulis tak membutuhkannya. Sekarang berbeda dimana penulis butuh pinjaman uang dari bank untuk memulai sebuah bisnis dan usaha.

Tampak jelas, bahwa setiap mengajukan pinjaman kredit uang di bank harus disertai jaminan. Tentu hal ini memberatkan para pengusaha pemula dan kecil mikro karena mereka seringkali tidak mempunyai jaminan. Atas hal itulah, pemerintah dan bank mengeluarkan jenis pembiayaan dan pengajuan pinjaman uang tunai bagi modal usaha tanpa jaminan. Contoh adalah kredit usaha rakyat disingkat KUR dan KTA atau kredit tanpa agunan.

Cara Mengajukan Kredit Pinjaman di Bank untuk Modal Usaha
Cara mengajukan kredit pinjaman di bank untuk modal usaha pada prinsipnya mudah. Sobat hanya melampirkan berkas dokumen yang dibutuhkan secara komplit. Kemudian anda akan diwawancarai oleh pihak bank mengenai alasan meminjam uang di bank, pekerjaan sekarang sebagai murni pengusaha atau karyawan, berapa penghasilan bulanan, jenis usaha yang telah berjalan, berapa kemampuan membayar dll. Asalkan anda bisa menjawab secara jujur dan masuk akal pertanyaan di atas maka proses pengajuan kredit pinjaman uang tunai di bank untuk modal bisnis akan cepat disetujui. Namun apabila pengajuan kredit pinjaman di perbankan ditolak mentah mentah maka ada sejumlah hal di atas yang tak dipenuhi oleh nasabah pembiayaan.

Untuk lebih detail berikut ini sejumlah alasan bank menolak berkas pengajuan kredit pinjaman calon nasabah, antara lain : Penghasilan nasabah dirasakan kurang mencukupi untuk membayar cicilan perbulan. Hal ini dilakukan oleh pihak bank untuk kebaikan bank dan calon nasabah bersangkutan. Sehingga tak terjadi gagal bayar atau kredit macet dikemudian hari.

Sudah bukan perkara aneh lagi penulis bergulat dalam proses pengajuan kredit pinjaman di bank. Sebab penulis dalam membuka usaha dealer sepeda motor telah bekerjasama dengan beberapa bank dan leasing. Langkah pertama, cara mengajukan pinjaman di bank untuk modal usaha adalah memilih bank. Ada banyak bank yang bisa dipilih. Dan setiap bank berbeda cicilan bunga bank dan biaya administrasi.

Setelah memilih bank kemudian mengajukan persyaratan yang dibutuhkan untuk mengajukan kredit pinjaman di bank untuk modal usaha. Persyaratan administrasi yang diminta biasanya fotocopy KTP pemohon, slip gaji atau bukti bon-bon pembelian dan penjualan, fotocopy kartu keluarga, fotocopy rekening listrik, fotocopy rekening tabungan selama enam bulan terakhir, bukti usaha berjalan dll.

Lalu setelah dokumen dan berkas pengajuan pinjaman kredit untuk modal usaha diserahkan kepada pihak bank maka calon nasabah pembiayaan tinggal menunggu laporan dari pihak bank apakah aplikasi pengajuannya diterima atau ditolak. Bank akan melakukan verifikasi atau survey di lapangan mengenai keabsahan data. Survey dilakukan dengan berbagai cara seperti mendatangi rumah milik calon nasabah, mewawancarai tetangga, dan menelepon kerabat nasabah untuk mengorek keterangan lebih dalam mengenai karakteristik calon nasabah dan pantas tidaknya memperoleh pinjaman uang dari bank.

Setelah mengetahui Cara Mengajukan Kredit Pinjaman di Bank untuk Modal Usaha maka sekarang kita akan membahas mengenai Syarat Mendapatkan Pinjaman Tunai Tanpa Agunan. Berikut ini persyaratan yang harus dipenuhi jika seseorang ingin mengajukan pinjaman kredit di bank sebagai modal usaha, antara lain:

Mempunyai Usaha
Bank sangat selektif dalam mengucurkan pinjaman kredit untuk modal usaha. Bank lebih menyukai usaha yang telah mapan atau telah berjalan selama dua tahun lebih dengan prospek cerah.  Usaha yang dijalankan bisa skala besar maupun kecil. Yang penting ada bukti usaha berjalan beserta aset dan perlengkapan usaha. Inilah modal utama bagi seseorang untuk mendapatkan pinjaman uang tunai tanpa jaminan dari bank.

Sedangkan jenis usaha yang baru dimulai sangat sulit mendapatkan pinjaman kredit dari bank untuk modal usaha disebabkan lebih cenderung mengalami kerugian atau bangkrut atau perkembangan yang tidak utuh. Bank tidak ingin nasabahnya kesulitan atau macet dalam pembayaran cicilan. Oleh sebab itu, mereka memilih memberikan pinjaman uang tunai kredit tanpa agunan BRI, BNI, BCA, Mandiri dan lain sebagainya kepada usaha yang telah mempunyai arus kas positif.

Mempunyai Bukti Laporan Keuangan
Hal penting lainnya untuk mendapatkan pinjaman tunai kredit dari bank adalah usaha yang kita jalani mempunyai bukti laporan keuangan usaha. Dengan catatan laporan keuangan perusahaan tersebut akan dapat dinilai sehat tidaknya sebuah usaha. Dan layak tidaknya mendapatkan pinjaman modal usaha dari bank. Inilah pentingnya sebuah catatan keuangan bagi perusahaan. Sebenarnya bukti laporan keuangan ini otomatis sudah ada pada perusahaan kecil dan besar yang dikelola secara profesional. Dan tugas pencatatan laporan keuangan dan perusahaan merupakan pekerjaan seorang administrasi kantor setiap hari.

Mempunyai Rekening Usaha
Salah satu kunci sukses dalam menjalankan sebuah usaha adalah keuangan perusahaan harus terpisah dengan keuangan milik pribadi. Hal ini sangat disukai oleh perusahaan dan bank supaya usaha terus berkembang dan memantau arus masuk dan keluar uang. Apakah usaha menguntungkan atau tidak? Berapa keuntungan yang diperoleh dll. Percampuran keuangan antara uang perusahaan dan pribadi dapat berakibatkan kepada bangkrunya sebuah usaha. Oleh sebab itu, jika anda sekarang mempunyai satu rekening bank pribadi maka untuk mengajukan kredit pinjaman modal usaha di bank maka anda mesti membuat rekening baru khusus untuk usaha agar proses pengajuan pinjaman kredit disetujui pihak bank.

Tak Mempunyai Catatan Kredit yang Buruk
Hal penting lain dalam mengajukan kredit pinjaman di bank untuk modal usaha pastikan sobat tidak termasuk dalam daftar backlist pihak bank. Anda tak pernah mengalami masalah dalam mengambil kredit di bank sebelumnya. Hal ini untuk menimbulkan kepercayaan dari pihak bank. Oleh karena itu, jika meminjam uang di bank untuk modal usaha diusahakan pembayaran tepat waktu dan lancar agar nama anda baik di mata bank. Yang berimbas pada pengajuan kredit pinjaman selanjutnya bisa lebih besar nominal dan lebih cepat disetujui oleh pihak bank.   

Jaminan
Bank tidak mau menderita resiko kerugian dari pinjaman kredit nasabahnya. Mereka tidak mau kehilangan uang yang dipinjamkan kepada nasabahnya. Oleh sebab itu, dalam cara mengajukan kredit pinjaman di bank untuk modal usaha, seorang nasabah diwajibkan memberikan benda berharga sebagai jaminan. Misalnya sertifikat tanah atau rumah, BPKB mobil dan motor dan lain-lain.